Puluhan Balita, Ibu Hamil hingga Siswa SD Tumbang Usai Santap MBG di Sekolah dan Posyandu

Siswa SD Tumbang Usai Santap MBG di Sekolah dan Posyandu
Sumber :
  • Jo Kenaru/tvOne

Manggarai, VoxPop – Puluhan siswa sekolah dasar, guru, balita hingga ibu hamil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papang.

img_title BGN Hentikan Sementara SPPG Karangturi usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG di Semarang

Peristiwa dugaan keracunan makanan ini terjadi di Desa Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese. Sejumlah warga dilaporkan mengalami demam, muntah, diare hingga nyeri perut usai menyantap makanan yang dibagikan pada 10 dan 11 Februari 2026.

Ungkapan kondisi di lapangan disampaikan Lena Lensiana, pengajar di SDN Ulu Belang yang juga ikut terdampak.

img_title Kepala BGN Zero Tolerance Terhadap Kasus Keracunan, Korupsi hingga Titip Menitip Program MBG

Puluhan Balita, Ibu Hamil hingga Siswa SD Tumbang Usai Santap MBG di Sekolah dan Posyandu

Photo :
  • Jo Kenaru/tvOne

"Puluhan siswa SD, orang tua dan balita dilarikan ke puskesmas karena demam, muntah, dan diare. Puskesmas Ponggeok sudah full sejak dari tadi pagi sampai sore ini, bahkan ada yg dipindahkan ke Puskemas Iteng. Saya salah satu pasien rawat jalan sekaligus memantau anak-anak SD yang rawat inap," tulis Lena melalui akun Facebook miliknya, dikutip Kamis malam, 12 Februari 2026.

img_title Sudaryono Tak Bakal Toleransi Kasus Keracunan MBG, Beri Pesan Penting Ini ke Kepala SPPG

Akibat kejadian tersebut, aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara. Pihak sekolah juga memutuskan untuk tidak mengonsumsi menu MBG dalam beberapa hari ke depan.

"131 siswa dan 6 guru tumbang. Dari 185 siswa, hanya 54 orang yang hadir di sekolah hari ini. Sisanya, bersama 6 guru dilaporkan terkapar akibat gejala serupa: demam, mual, muntah, dan diare," lanjut Lena.

42 Orang Teridentifikasi, 16 Dirawat Inap

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mencatat total 42 orang teridentifikasi mengalami gejala serupa. Sebanyak 39 pasien tercatat di Puskesmas Ponggeok dan tiga lainnya di Puskesmas Iteng. Dari jumlah tersebut, 16 orang harus menjalani perawatan inap, sementara sisanya ditangani secara rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, menyebut kasus ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

"Kasus yang ditemukan melibatkan ibu hamil, anak balita, anak sekolah, guru, serta orang tua," ujarnya.

Seluruh pasien diketahui memiliki riwayat mengonsumsi makanan MBG yang disajikan di sekolah maupun posyandu dengan menu yang sama.

Pada 10 Februari 2026, menu yang dibagikan terdiri dari nasi, telur, tempe, kacang panjang, dan salak. Sementara pada 11 Februari 2026, menu yang disajikan berupa nasi, ayam, labu, dan jagung.

Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah diare, sakit perut, demam, dan sakit kepala.

Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Puluhan Balita, Ibu Hamil hingga Siswa SD Tumbang Usai Santap MBG di Sekolah dan Posyandu

Photo :
  • Jo Kenaru/tvOne

Jefrin menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian ini masih dalam proses penyelidikan.

"Dinas Kesehatan bersama tim terkait sedang melakukan investigasi epidemiologi serta pemeriksaan sampel makanan dan spesimen pasien untuk memastikan sumber penyebab kejadian," kata dia.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak telah disiagakan. Puskesmas juga diminta aktif menelusuri kemungkinan kasus tambahan di masyarakat.

Ia mengimbau warga yang mengalami gejala seperti diare, nyeri perut, atau demam setelah makan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Perkembangan situasi akan terus kami sampaikan kepada masyarakat secara berkala," tutup Jefrin Haryanto. (Laporan Jo Kenaru, tvOne, NTT)

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

DPR Ingin Putusan MK soal Anggaran MBG Berlaku Tahun 2027

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati meminta putusan MK soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menggunakan anggaran pendidikan dapat diterapkan mulai 2027

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut