Pengakuan Mengejutkan Penganiaya Pegawai SPBU di Jaktim Alasannya Teriak 'Mobil Jenderal'

Pria penganiayaan tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Satu per satu fakta di balik aksi brutal di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mulai terkuak. Tersangka JMH akhirnya blak-blakan di hadapan Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Alfian Nurrizal soal motifnya mengaku membawa “mobil jenderal”.

img_title Land Cruiser dan GAZOO Racing, Bukti Toyota Punya Mobil untuk Berbagai Passion

Pengakuan itu terekam saat pemeriksaan dan diunggah melalui akun Instagram resmi Alfian.

"Terus kamu ngomong apa?" tanya Alfian Nurrizal, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.

img_title 5 Mobil yang Wajib Dicoba di GIIAS 2026

"Mobil jenderal, pak," kata JMH menjawab.

Jawaban itu memantik pertanyaan lanjutan.

img_title 5 Alasan Mitsubishi New Xforce HEV Layak Dilirik sebelum Membeli SUV Hybrid

"Nah, kamu kenapa kok bilang ini mobil jenderal?" tanya Alfian.

"Biar diisi (Pertalite) pak," tutur JMH.

Alfian pun kembali mendalami maksud ucapan tersebut. "Terus maksud kamu jenderal apa, jenderal polisi atau jenderal TNI?" ujar Alfian.

"Engga sebut instansinya pak," kata tersangka.

Dari pengakuan tersebut, terungkap bahwa klaim membawa mobil jenderal hanyalah akal-akalan agar bisa mendapatkan BBM jenis Pertalite. Polisi juga menemukan bahwa barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan pelat kendaraan yang digunakan.

"Kamu salah ngga pakai TNKB palsu ini?" tutur Alfian.

"Siap salah pak," jawab tersangka.

Untuk diketahui, pria penganiayaan tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, yang sempat teriak 'mobil jenderal' dan 'Kapolda' ternyata positif mengkonsumsi narkoba.

Pelaku yang belakangan berinisial JMH itu positif sabu hingga ganja. Hal ini diketahui pasca yang bersangkutan menjalani tes urine lantaran ngalor-ngidul saat diperiksa polisi pasca ditangkap.

"Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Alfian Nurrizal dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu, 25 Februari 2026.

Usut punya usut, pelaku cuma seorang wiraswasta. Dia seorang pekerja rental mobil bukan anggota Korps Bhayangkara.

"Seorang pekerja rental," kata dia.

Saat kejadian, JMH memakai mobil Toyota Vellfire hitam dengan pelat nomor L-1-XD yang ternyata bodong. Belum lagi dia ngotot mengisi bensin Pertalite yang bersubsidi ke mobil mewah tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, padahal, barcode bensin subsidi miliknya tak sesuai dengan nopol kendaraan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut