Hilirisasi Jadi Solusi Strategis Selesaikan Tantangan Kolonialisasi Modern

Habib Jafar
Sumber :
  • IG @husein_hadar

Jakarta, VoxPop Hilirisasi dinilai bukan sekadar strategi industri, melainkan bagian dari ikhtiar bangsa untuk menghadirkan nilai tambah dan maslahat yang lebih luas. 

img_title Gas Abadi Blok Masela Diprioritaskan untuk Dalam Negeri, 60 Persen Pasok Industri dan Energi Nasional

Dengan mengelola sumber daya alam dari hulu hingga hilir di dalam negeri, manfaat yang tercipta tidak berhenti pada angka ekonomi, tetapi menguatkan kemandirian nasional.

Tokoh agama Husein Ja'far Al Hadar menyampaikan, bentuk kolonialisasi modern dapat terjadi ketika suatu bangsa hanya menjual bahan mentah tanpa mengolahnya lebih lanjut.

img_title Hilirisasi Triwulan II 2026 Capai Rp152,7 Triliun, Bauksit Jadi Kontributor Utama

“Kalau kita hanya menjual mentahnya saja, kita belum menjadi tuan di negeri sendiri. Ketika kita mulai berpikir hilirisasi, itu langkah menuju kemandirian,” ujar Husein Ja’far dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, kemandirian bukan berarti menutup diri dari dunia. Sebuah bangsa tetap berinteraksi dan bekerja sama, tetapi memiliki kendali atas pengelolaan kekayaannya sendiri.

img_title Rosan Ungkap Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931 Triliun, Lampaui Target dan Serap 2,71 Juta Tenaga Kerja

“Mandiri bukan berarti sendiri. Kita tidak bisa hidup sendiri, tetapi kita harus menjadi tuan di negeri sendiri. Mengelola dari hulu sampai hilir untuk kebaikan bangsa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa ukuran utama dari kebijakan dan aktivitas ekonomi adalah manfaat yang dihasilkan. Dalam ajaran Islam, Nabi Muhammad bersabda, “Khairunnas anfa’uhum linnas” — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

“Ukuran kebaikan itu manfaat. Bukan hanya untuk kelompoknya, bukan hanya untuk agamanya, tetapi untuk seluruh manusia, bahkan seluruh alam,” ujar Husein Ja’far.

Karena itu, lanjutnya, pengelolaan sumber daya harus diniatkan sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan, dijalankan dengan cara yang benar, dan ditujukan untuk maslahat bersama.

“Hilirisasi yang benar adalah yang menghadirkan tambahan manfaat. Memberi nilai tambah bagi bangsa, memperkuat kedaulatan, dan tetap menjaga keberlanjutan,” tuturnya.

Dengan pendekatan tersebut, hilirisasi seperti yang dijalankan oleh Grup MIND ID diharapkan tidak hanya menjadi agenda ekonomi, tetapi juga wujud tanggung jawab moral sebuah bangsa dalam mengelola kekayaan alam untuk kemaslahatan bersama.

Delegasi IMT-GT kunjungi KEK Sei Mangkei

Kunjungi KEK Sei Mangkei, IMT-GT Perkuat Sinergi Hilirisasi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Kementerian Pertanian gelar kunjungan ke KEK Sei Mangkei, Sumut sebagai penutup bagi rangkaian acara "The 19th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT)".

img_title
VoxPop.co.id
25 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut