BGN Tegaskan Tak Semua Cerita dan Video soal MBG di Medsos Itu Benar

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jakarta, VoxPop – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyoroti berbagai isu yang kerap muncul di ruang publik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sejumlah kejadian memang terjadi di lapangan, namun tidak jarang narasinya berkembang secara berlebihan bahkan menjadi hoaks.

img_title Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp 101,1 Triliun hingga Akhir Kuartal II-2026

Dia mencontohkan salah satu menu Program MBG yang sempat viral di media sosial karena disebut hanya berisi mie dan satu buah pisang. 

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Photo :
  • Antara
img_title 7 Kecanggihan Kacamata Pintar Modern, Fitur Rekam Video yang Mengubah Industri Konten Kreator

Hal tersebut dia kemukakan dalam workshop bertajuk Penguatan Strategi Komunikasi dan Implementasi Kehumasan kepada lebih dari 1.400 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang terdiri atas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pengawas Keuangan, serta Pengawas Gizi di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.

"Namun, setelah dikonfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak sekolah penerima manfaat, ternyata menu tersebut juga dilengkapi dengan ayam," kata Nanik dikutip Minggu, 8 Maret 2026.

img_title Sudaryono Copot 137 Kepala SPPG Gegara Korupsi hingga Langgar SOP yang Sebabkan Keracunan

Contoh lain adalah video yang ramai beredar mengenai penolakan Program MBG di MTs 4 dan MAN 8 di Cilincing, Jakarta Utara. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa di wilayah Cilincing tidak terdapat sekolah dengan nama MTs 4 maupun MAN 8.

Nanik juga mencontohkan beberapa peristiwa yang sempat ramai diperbincangkan, seperti dugaan temuan benda asing dalam makanan hingga isu keracunan massal di sejumlah daerah. Setelah ditelusuri, beberapa kejadian tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan narasi yang beredar di media sosial.

Dia pun kembali mencontohkan kasus yang sempat ramai di Purworejo, yang awalnya dikaitkan dengan MBG, namun setelah ditelusuri ternyata berkaitan dengan konsumsi makanan dari acara hajatan masyarakat.

Lebih lanjut, Nanik menekankan bahwa pengelolaan makanan dalam jumlah besar memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan tingkat kematangan dan standar kebersihan. Karena itu, seluruh pengelola SPPG diminta untuk memperhatikan secara ketat proses pengolahan makanan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

"Ini sudah masaknya pakai ini ono ini, ya kan, sudah pakai alat modern tapi masih ada keracunan, ya kan? Sebetulnya bukan keracunan, kalau menurut saya adalah lebih pada sistem tata Kelola," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut