Wamen Komdigi Ungkap Pentingnya Pemberian Watermark pada Produk AI Agar Orang Tua-Lansia Tak Jadi Korban

Wamenkomdigi Nezar Patria.
Sumber :
  • FMB9

Yogyakarta, VoxPop – Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Nezar Patria menekankan pentingnya watermark pada produk atau konten yang dihasilkan dari teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

img_title Analisis Mendalam Aplikasi AI 2026, Teknologi yang Sedang Mengubah Cara Dunia Bekerja Lebih Cepat dari Perkiraan

Wamen Nizar mengatakan, generatif AI bisa menghasilkan foto dengan sangat mirip, dengan suara orang yang tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut dalam kenyataan sehari-hari, tapi dihadirkan di jagad digital.

"Sehingga, di sinilah pentingnya para pengembang dan pemakai AI itu untuk bisa memberikan satu tanda atau watermark bahwa ini adalah produk AI," kata Wamen setelah membuka Workshop AI Talent Factory di UGM Yogyakarta.

img_title Membandingkan ChatGPT, Google Gemini, Claude, Copilot, dan Perplexity, AI Mana yang Paling Unggul untuk Kebutuhan Harian

Menurut dia, watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.

Terlebih, kata Wamen, sangat dimungkinkan para orang tua dan lansia juga rawan menjadi korban hoax (berita bohong) dan disinformasi dari sebuah produk generatif AI yang beredar di berbagai platform media sosial.

img_title Cara Aman Menggunakan Aplikasi AI, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Melindungi Data Pribadi Anda

"Kita tahu banyak orang tua kita yang mungkin tidak mengikuti proses perkembangan digital, dan agak sulit membedakan apakah misalnya produk-produk informasi yang dihasilkan di jagat digital itu benar atau tidak," katanya.

Wamen mengatakan terlebih Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (Tunas) tersebut tidak menyasar pada orang tua.

"PP Tunas memang dikhususkan dan didedikasikan untuk pengaturan landskap digital yang sehat untuk anak-anak, jadi tidak menyasar yang tua-tua," katanya.

Terkait perkembangan dengan PP Tunas, kata Wamen, pemerintah masih terus berkomunikasi dengan sejumlah take companies, terutama yang memiliki platform tersebut.

Menurut dia, Komdigi juga mengapresiasi respons mereka yang cukup kolaboratif untuk bisa mengadopsi peraturan yang ada di PP Tunas, termasuk pembatasan usia dan memberikan solusi teknologi teknologi yang konkret.

"Dialog terus berjalan dengan sejumlah take companies, sehingga dalam waktu dekat bisa diimplementasikan. Kita berterima kasih pada Google pada Meta, juga dengan Tiktok yang membangun komunikasi cukup baik dalam rangka implementasi PP Tunas ini," katanya. (Ant)

Ilustrasi AI

10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Simak 10 keunggulan aplikasi AI dalam dunia kerja, mulai dari meningkatkan produktivitas, menyusun strategi bisnis, hingga membantu pengambilan keputusan secara cepat.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut