Hilang Tanpa Jejak, Kiai Ponpes yang Cabuli Puluhan Santriwati Diduga Kabur dari Pati

Ponpes di Pati Jawa Tengah ditutup sementara imbas kasus pencabulan
Sumber :
  • IG

Pati, VoxPop – Tersangka pencabulan puluhan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), diduga telah menghilang dari wilayah Pati.

img_title Mutasi Besar-besaran Polri! Kapolri Rombak 146 Pati dan Pamen, Ini Daftar Jabatan Strategis yang Berganti

Polisi kini memburu keberadaan Kiai Ashari yang disebut tidak lagi berada di lokasi dan tidak memberikan kabar kepada siapa pun, termasuk keluarga maupun penasihat hukumnya.

"Keberadaan tersangka masih kami lakukan pencarian. Ada indikasi yang bersangkutan tidak berada di Pati dan tidak memberikan kabar kepada pihak manapun," ucap Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Pati, Ajun Komisaris Polisi Iswantoro dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

img_title Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Perempuan Pelaku UMKM

Upaya hukum tetap berjalan. Penyidik telah melayangkan panggilan kedua kepada Ashari untuk diperiksa sebagai tersangka. Kehadiran yang bersangkutan masih dinanti. Polisi meminta yang bersangkutan kooperatif.

"Kami agendakan pemanggilan kedua pada 7 Mei. Kami berharap yang bersangkutan hadir dan bersikap kooperatif," tutur dia.

img_title Buntut Tendangan Kungfu Pemain di Piala Soeratin U-17 Pati, PSSI Jateng Jatuhkan Sanksi Skors 5 Tahun

Kasus ini mencuat setelah puluhan santriwati diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pengasuh pesantren. 

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyampaikan bahwa laporan telah diajukan ke Polresta Pati sejak 2024. Namun, ia menilai proses penanganan kasus tersebut berjalan cukup lama meski telah disertai sejumlah bukti, termasuk hasil visum.

Peristiwa ini juga memicu reaksi masyarakat. Aksi massa dilaporkan terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan kasus yang menimpa para santriwati tersebut.

“Kami minta ini untuk ditindaklanjuti menjadi langkah preventif dari lembaga terkait bagaimana ada pengawasan terhadap lembaga pendidikan untuk mengintensifkan pelaksanaan pendidikan yang baik dan mewaspadai dari penyimpan-penyimpangan di dalam penyelenggaran pendidikan itu,” kata Cholil Nafis.

Selain itu, ia menyoroti peran lembaga pengawas seperti Majelis Masyayikh di bawah Kementerian Agama untuk lebih aktif dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di pesantren agar tetap sesuai dengan aturan dan etika.

MUI juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi lingkungan pendidikan serta melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan. Dengan pengawasan yang lebih kuat dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan lembaga pendidikan dapat menjadi tempat yang aman bagi peserta didik.

729 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aksi pencurian kendaraan di wilayah hukum Polda Metro Jaya

729 Pelaku Begal dan Maling Motor di Jadetabek Disikat! Ratusan Roda Dua hingga Senjata Api Disita

Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres dan Polsek menangkap ratusan pelaku curanmor selama pelaksanaan Operasi Berantas Jaya 2026 yang digelar pada 4 hingga 18 Juli 2026

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut