Kejagung Bongkar Dugaan Markup Motor Listrik MBG, Nilainya Tembus Rp1 Triliun dan Seret Eks Kepala BGN

Viral Motor Listrik Berlogo BGN
Sumber :
  • Sumber: Media Sosial Instagram

Temuan inilah yang kemudian memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Gizi Nasional.

img_title BGN Sebut Orangtua Siswa di Jayapura Ikut Keracunan, Gegara MBG Dibawa Pulang

Pernah Viral Sebelum Kasus Korupsi Terungkap

Jauh sebelum Kejagung menetapkan para tersangka, pengadaan motor listrik BGN sebenarnya sudah menjadi perhatian publik.

img_title Bos BGN: MBG Tak Boleh Dikonsumsi Lebih dari 4 Jam

Pada April 2026, sebuah video yang memperlihatkan ribuan motor listrik tersimpan di dalam gudang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut disebutkan bahwa kendaraan itu akan digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah Jawa Barat.

Video itu juga memperlihatkan sejumlah motor listrik yang diangkut menggunakan truk dan ditempeli stiker bertuliskan "Badan Gizi Nasional Republik Indonesia".

img_title Bos BGN Copot Kepala SPPG di Papua Imbas Siswa Keracunan MBG

Ramainya perbincangan publik kala itu membuat Dadan Hindayana yang masih menjabat sebagai Kepala BGN memberikan penjelasan terkait pengadaan kendaraan tersebut.

Dadan Sebut Harga Motor Rp42 Juta per Unit

Saat memberikan keterangan kepada media pada April lalu, Dadan menjelaskan harga motor listrik yang dibeli pemerintah berada di bawah harga pasaran.

Menurut dia, harga pasar kendaraan tersebut mencapai sekitar Rp52 juta per unit. Namun BGN disebut memperoleh harga yang lebih murah, yakni sekitar Rp42 juta per unit.

"Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau nggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan saat itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dadan juga menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut memang sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.

Ia menyebut target awal pembelian mencapai 24.400 unit. Namun realisasi pengadaan yang dilakukan BGN hanya sebanyak 21.800 unit.

"Dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," ujarnya.

Disebut untuk Operasional Dapur MBG

Pada saat polemik mengenai motor listrik mencuat, Dadan menegaskan kendaraan tersebut dipersiapkan untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, motor listrik akan digunakan oleh petugas di SPPG, terutama untuk mendukung mobilitas operasional di wilayah yang memiliki akses sulit.

Dadan juga memastikan tidak ada lagi penganggaran pembelian motor listrik pada tahun 2026.

"Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG, terutama untuk di daerah-daerah yang sulit," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut