Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara soal Diskusi Ricuh di UGM, Sebut Ada Kelompok yang Tak Siap Berdialog

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Yogyakarta, VoxPop – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya buka suara terkait insiden diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung ricuh dan diwarnai aksi penggerudukan oleh mahasiswa. Nusron menegaskan dirinya datang ke kampus untuk berdialog secara terbuka, namun forum tersebut gagal berjalan hingga selesai setelah muncul kelompok yang dinilai tidak siap berdiskusi.

img_title BGN Laporkan 414 SPPG Bermasalah ke Kejagung Terkait Indikasi Korupsi

Pernyataan itu disampaikan Nusron melalui unggahan di akun Instagram pribadinya sehari setelah peristiwa yang terjadi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin malam, 15 Juni 2026.

Dalam keterangannya, Nusron menjelaskan bahwa kehadirannya bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dilakukan atas undangan resmi yang telah mendapatkan izin dari pihak kampus.

img_title BGN Temukan 414 SPPG Anomali: Uang Masuk ke Rekening, Tapi Dapur Belum Beroperasi

Menurutnya, sejak awal tujuan utama kedatangan mereka adalah untuk berdialog langsung dengan sivitas akademika mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Nusron Tegaskan Siap Dikritik

img_title Tak Jadi ke Papua, Kepala BGN Mutasi Pegawai yang Bermain HP dan Tak Perhatikan Arahannya ke Sulsel

Nusron mengatakan dirinya memahami bahwa sebagai pejabat publik, kritik merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari jabatan yang diemban.

Karena itu, ia mengaku datang ke UGM dengan kesiapan untuk menerima berbagai kritik, masukan, bahkan cibiran dari peserta diskusi.

“Kami datang ada panitianya baik-baik, ada surat izin lengkap dari rektorat. Kita siap datang ke situ untuk berdialog dengan siapa saja, dengan sivitas akademika, dengan topik apa pun,” ujar Nusron.

Ia menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik. Sebaliknya, forum-forum kampus dinilai sebagai ruang yang tepat untuk menguji gagasan, kebijakan, dan argumentasi secara terbuka.

Menurut Nusron, kritik yang disampaikan secara langsung dalam forum akademik justru menjadi bagian penting dari proses demokrasi.

“Kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri untuk memang siap untuk di-bully, siap dicaci maki di hadapan siapa pun, karena itulah konsekuensi daripada jabatan,” katanya.

Sebut Ada Kelompok yang Tidak Siap Berdialog

Meski awal acara berlangsung normal, Nusron menilai situasi berubah ketika muncul sekelompok orang yang menurutnya tidak siap menjalani proses dialog.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut