Denny JA Jelaskan Teori Baru di Balik Peristiwa Kerusuhan Asgustus 2025

Denny JA
Sumber :
  • Istimewa

Digitally Vulnerable Class (DVC): Kelas rentan digital menjadi kelompok yang paling merasakan dampak perubahan ekonomi dan algoritma sehingga rentan menjadi bagian dari mobilisasi sosial.

img_title Fantastis! Nilai Lukisan Denny JA yang Diberkati Paus Fransiskus Diprediksi Mencapai Rp 34 Miliar

Social Media Amplification: Media sosial berfungsi sebagai pengganda emosi kolektif yang mampu mengubah persoalan lokal menjadi perhatian nasional dalam waktu singkat.

Trigger and Provocation: Setiap kemarahan membutuhkan simbol atau pemicu. Setelah pemicu muncul, disinformasi maupun provokasi dapat mengubah aksi protes menjadi kerusuhan.

img_title Mengenal Puisi Esai dan Cara Baru Membaca Peristiwa Sejarah

Broken Social Contract: Kerusuhan terjadi ketika masyarakat merasa negara gagal memenuhi janji dasarnya, seperti memberikan perlindungan, keadilan, peluang ekonomi, dan ruang untuk didengar.

Menurut Denny JA, kelima faktor tersebut saling berkaitan dan membentuk siklus yang memperbesar potensi terjadinya kerusuhan di era digital. Ia merumuskan konsep tersebut dalam formula:

img_title Pameran Lukisan Denny JA Bertajuk 'Sumatera Menangis dan Kritik Ekologi' Sambut Ramadhan

Digital Riot = Economic Grievance + Digitally Vulnerable Class + Social Media Amplification + Trigger and Provocation + Broken Social Contract

Melalui teori ini, Denny JA berupaya menjelaskan hubungan antara kondisi ekonomi, algoritma, media sosial, emosi kolektif, dan legitimasi negara dalam satu kerangka yang terintegrasi.

Masyarakat Berubah Lebih Cepat dari Teori

Sementara di bagian akhir esainya, Denny JA menegaskan, bahwa kerusuhan digital bukan hanya fenomena yang terjadi di Indonesia, melainkan berpotensi menjadi pola baru yang muncul di berbagai negara pada abad ke-21.

Ia menilai. masyarakat telah berubah jauh lebih cepat dibandingkan teori-teori yang selama ini digunakan untuk memahaminya.

Jadi, Teori Kerusuhan Era Digital hadir sebagai upaya untuk menjelaskan bagaimana masyarakat modern yang hidup di bawah algoritma, bekerja tanpa kepastian, dan terhubung melalui jaringan digital membentuk dinamika sosial yang baru.

Menurut Denny JA, setiap zaman melahirkan kelas sosial yang menjadi penggerak perubahan sejarah. Jika Revolusi Industri melahirkan proletariat dan era globalisasi melahirkan precariat, maka era algoritma melahirkan Digitally Vulnerable Class (DVC) yang menjadi salah satu kunci memahami gejolak sosial abad ke-21.

Denny JA

Buku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan 35 Bahasa

Buku puisi esai karya Denny JA akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa, menjadikannya salah satu proyek penerjemahan sastra Indonesia paling luas dalam sejarah.

img_title
VoxPop.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut