Di Tengah Sorotan 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Terkuak Ada 32 Peserta Hamil hingga Ada yang Melahirkan

Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat latihan dasar kemiliteran
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta, VoxPop – Fakta baru terungkap di balik pelaksanaan latihan bela negara dan manajerial bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2026 untuk Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

img_title Pemerintah Jamin Kopdes Merah Putih Tak Bakal Mematikan UMKM dan Warung Masyarakat

Sedikitnya ada 32 peserta yang mengikuti pendidikan dalam kondisi hamil. Bahkan, satu peserta di antaranya ada yang mau melahirkan saat program masih berlangsung.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan seluruh peserta yang sedang mengandung akhirnya dipulangkan dengan pertimbangan kemanusiaan dan kondisi kesehatan.

img_title Cara Beli dan Dapat Promo BRImo Tiket Latihan Pestapora Makassar

"Dengan pertimbangan perkembangan kesehatan yang berkembang tadi, dengan alasan kemanusiaan, ada 32 orang (peserta latsarmil) tahap pertama dipulangkan," kata dia, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.

Ketut menjelaskan, sejak awal proses seleksi calon manajer KDMP dan KNMP, tidak ada aturan yang melarang perempuan hamil mengikuti seleksi. Karena itu, sejumlah peserta tetap lolos hingga mengikuti tahapan latsarmil (latihan dasar militer).

img_title Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket, Menko Zulhas Beberkan Bedanya

Meski dipulangkan sebelum pendidikan selesai, para peserta tersebut dipastikan tidak gugur dari program. Mereka tetap berstatus memenuhi syarat dan akan diberikan kesempatan mengikuti pendidikan pada gelombang berikutnya.

"Statusnya dia masih memenuhi syarat (sebagai calon manajer) dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencananya batch berikutnya," ujar dia.

Ia juga mengungkapkan terdapat satu peserta yang harus menghentikan sementara pendidikan karena melahirkan di tengah pelaksanaan latsarmil. Namun, hak peserta tersebut untuk mengikuti program tetap dijamin pemerintah.

"Memang ada satu lagi bukan yang hamil saja, ada yang melahirkan. Tetap kami lanjutkan karena memang sudah proses kelahirannya berjalan secara aman. Tetap juga kami berikan hak untuk mendapatkan kegiatan pendidikan ini sampai dengan terakhir," kata dia.

Pengungkapan data tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap pelaksanaan latsarmil SPPI setelah lima peserta meninggal dunia di lima satuan pendidikan berbeda.

Kelima peserta yang meninggal dunia yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, dan Nola Dya Sari.

Berdasarkan penjelasan Kemhan, Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke, Yonanda Muhammad Taufiq karena cardiac arrest atau henti jantung, sementara Novia Rahmadhani Sihotang meninggal akibat tuberkulosis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut