Rakernas XVIII APEKSI Rumuskan 10 Rekomendasi, Wamendagri Bima Arya Harap Jadi Pijakan Wujudkan Kota Berkelanjutan
- Dokumentasi Kemendagri.
Medan, VoxPop – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis sebagai agenda bersama pemerintah kota untuk memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan berbagai forum selama penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat".
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan, sepuluh rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas. Menurutnya, pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi beragam tantangan pembangunan sehingga berbagai masukan yang dirumuskan diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional.
"Persoalan pemerintah kota hari ini tidak lagi semata-mata teknis. Solusinya membutuhkan ruang dialog dan political will agar berbagai rekomendasi daerah benar-benar menjadi kebijakan," ujar Alwis pada kegiatan Dialog Kota Tangguh dan Mayors Talk di Ballroom Grand City Hall, Kota Medan, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.
Adapun rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI meliputi: (1) penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah; (2) penataan kebijakan ASN, PPPK, dan fleksibilitas belanja daerah; (3) penguatan tata kelola Program Strategis Nasional di daerah; (4) percepatan infrastruktur dan konektivitas wilayah; (5) transformasi tata kelola pemerintahan dan digitalisasi layanan publik; (6) penguatan ketahanan lingkungan dan tata kota berkelanjutan; (7) penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif; (8) penguatan tata ruang, kerja sama daerah, dan pembangunan kewilayahan; (9) penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi; serta (10) pelibatan generasi muda dalam perencanaan, implementasi, hingga pemantauan pembangunan kota.
Kesepuluh rekomendasi tersebut menegaskan bahwa ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas fiskal, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, serta kolaborasi antarpemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis bagi pemerintah kota untuk berbagi pengalaman, bertukar praktik baik, dan menyusun solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, dinamika geopolitik, dan kondisi perekonomian nasional, pemerintah kota membutuhkan ruang untuk saling belajar serta memperkuat kolaborasi antardaerah.
