Program Kompor Listrik Bergulir pada 2027, Pemerintah Siapkan Perangkat Gratis untuk Kurangi Subsidi LPG

Konversi kompor elpiji ke kompor listrik batal.
Sumber :
  • Dok. VoxPop

Jakarta, VoxPop – Pemerintah berencana kembali menggulirkan program konversi kompor gas LPG ke kompor listrik atau induksi pada 2027. Program tersebut telah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi.

img_title Luhut Sebut Subsidi Energi Habiskan Anggaran Rp300 Triliun per Tahun: 62% Dinikmati Orang Mampu

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan, transisi penggunaan kompor LPG ke kompor listrik menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menciptakan subsidi energi yang lebih efisien dan tepat sasaran.

"Rumah tangga ini masih masak menggunakan LPG, kita ganti dengan kompor listrik, kompor induksi," kata Eddy dalam diskusi bertajuk Reformasi Subsidi Energi di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

img_title Kuota Dikontrol Pemerintah, Bahlil Ungkap Rincian Skema Subsidi LPG di 2026

Program Kompor Listrik Masuk RAPBN 2027

Eddy menjelaskan, program kompor listrik telah masuk dalam pembahasan RAPBN 2027 dan akan terus dikawal agar dapat direalisasikan sesuai rencana.

img_title Imbas Kesepakatan Dagang, Impor LPG dari AS Bakal Naik 60 Persen

Menurutnya, konversi dari kompor gas ke kompor listrik diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang selama ini masih cukup tinggi.

Ia menilai, pengurangan impor LPG juga akan berdampak pada berkurangnya beban subsidi energi yang setiap tahun harus ditanggung pemerintah.

Penerima Manfaat Dapat Kompor dan Alat Masak Gratis

Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang menjadi penerima manfaat nantinya akan memperoleh kompor listrik beserta peralatan memasak secara cuma-cuma.

"Diberikan gratis kompor dan alat memasaknya. Program ini ketika kita hitung masih jauh lebih murah daripada kita impor LPG 3 kg," ujar Eddy.

Ia menegaskan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan, biaya pelaksanaan program tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan impor LPG bersubsidi.

Subsidi Energi Tembus Rp390 Triliun

Eddy mengungkapkan, pemerintah saat ini masih mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk subsidi energi.

Berdasarkan data yang dimilikinya, subsidi dan kompensasi energi, termasuk subsidi listrik, mencapai sekitar Rp390 triliun sebelum adanya dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi global.

"Perhitungan kami subsidi kompensasi termasuk subsidi listrik itu kurang lebih Rp390 triliun sebelum permasalahan perang yang ada di Timur Tengah," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut