Prabowo-Gibran Tak Duduk Sebelahan saat Sidang Kabinet, Gerindra: Jangan Dramatisir!
- Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta, VoxPop – Partai Gerindra menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saling melengkapi satu sama lain.
Gerindra pun meminta agar hubungan Prabowo dan Gibran tidak didramatisir.
Hal itu disampaikan Ketua DPP Gerindra, Bambang Haryadi merespons soal posisi duduk Gibran yang tak bersebelahan dalam sidang kabinet paripurna pada Senin, 20 Juli 2026.
Bambang mendapat penjelasan bahwa hal ini sebagai kebutuhan teknis saja dan hubungan keduanya disebut baik-baik saja.
"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," kata Bambang dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.
Bambang mengatakan Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja. Dia mencontohkan Gibran yang kerap berkeliling daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat.
"Mas Gibran berkeliling ke daerah-daerah untuk mengecek program pemerintah telah berjalan sesuai atau masih perlu perbaikan dan menyerap aspirasi masyarakat, mewakili Presiden. Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," ungkap dia.
Maka dari itu, dia meminta agar publik tidak terlalu berspekulasi terhadap hubungan Prabowo dan Gibran. Dia menegaskan keduanya saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan.
"Jadi jangan didramatisir. Presiden dan wakil presiden bekerja saling melengkapi. Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan menframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," pungkas dia.
Diketahui, Prabowo menggelar sidang kabinet paripurna (SKP) yang dihadiri menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga para penasihat ataupun utusan khusus presiden, Senin, 20 Juli 2026, di Istana Negara, Jakarta.
Dalam sidang tersebut, meja Prabowo ditempatkan di bagian tengah menghadap seluruh anggota kabinet, yang duduk dengan formasi huruf U.
Posisi duduk itu menjadi sorotan karena Gibran tidak duduk di samping Prabowo, melainkan berada di jajaran menteri. Berbeda dengan sidang kabinet sebelumnya, posisi Gibran sejajar dengan Prabowo.
