Menko Polkam Djamari: Terorisme di Indonesia Relatif Terkendali

Menko Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyatakan ancaman terorisme di Indonesia dewasa ini relatif terkendali, tetapi seluruh pihak harus tetap waspada.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

"Terorisme di Indonesia hari ini relatif terkendali. Hal ini terefleksi dalam keberhasilan Indonesia mempertahankan kondisi yang melandai, angka insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir," kata Djamari di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Ia mengatakan Global Terrorism Index 2026 mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan medium impacted atau terdampak sedang, sementara Global Peace Index 2026 menyatakan Indonesia memiliki tingkat perdamaian medium.

img_title Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Ciamis dan Lampung, Ternyata Satu Jaringan

Menurut Djamari, capaian ini menggarisbawahi efektivitas upaya pencegahan dan penegakan hukum yang merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, akademisi, hingga mitra internasional.

Hasil positif tersebut tidak terlepas dari kesinambungan kebijakan melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).

img_title Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AR di Ciamis, Buku hingga Ponsel Disita

Menurut ia, kebijakan RAN PE merupakan bagian dari upaya negara menjalankan amanat konstitusi, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Oleh karenanya, Djamari menyambut baik inisiatif Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyelenggarakan penguatan kolaborasi pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang RAN PE Tahun 2026–2029.

Selain itu, Menkopolkam menegaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen menjadi mitra yang aktif dan konstruktif dalam merespons ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang bersifat lintas batas negara.

Ia berharap praktik baik Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme bisa menjadi kontribusi positif bagi upaya pencegahan global serta keamanan dan perdamaian internasional.

Terlepas dari capaian positif tersebut, Djamari mengingat seluruh pihak untuk tidak berpuas diri dan meminta kementerian/lembaga terkait terus berupaya menjaga dan mempertahankan capaian yang telah diraih serta senantiasa waspada.

"Kewaspadaan perlu terus menjadi bagian perhatian kita," ucapnya menekankan.

Ihwal kewaspadaan tersebut ditekankan Menkopolkam karena penangkapan terduga teroris masih terjadi di Indonesia. Selain itu, ekstremisme terus disebarkan dengan cara dan metode baru.

Ia menambahkan saat ini ancaman bertransformasi secara global melalui perkembangan teknologi dan internet. Ruang digital telah disalahgunakan untuk tujuan terorisme, seperti penyebaran propaganda, rekrutmen, dan pendanaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut