Bahlil soal Harga Pertamax Turun: Ikuti Harga Minyak Mentah Dunia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi termasuk Pertamax akan terus mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia. 

img_title Harga Bensin di Sejumlah SPBU Turun, Cek Perbandingan Pertamina, Shell dan BP Berikut Ini

Dia pun menegaskan harga BBM subsidi tetap tidak akan mengalami kenaikan.

“Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP (Indonesia Crude Price). Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik. Dan sekarang kan lagi turun,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Juli 2026.

img_title Bahlil Dorong Masyarakat Daerah Lebih Aktif Terlibat Pengelolaan Tambang

Bahlil menuturkan, penyesuaian harga yang dilakukan badan usaha penyedia BBM merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang mengacu pada pergerakan harga minyak dunia.

“Dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang kan lagi turun kan,” ucap dia.

img_title Wamen ESDM Pastikan Pasokan BBM B50 di Tapanuli Selatan Lancar

Mengenai potensi kenaikan harga BBM ke depan di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia, Bahlil menegaskan arah harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada perkembangan harga minyak global.

“Ya tergantung kondisi geopolitik dunia,” jelas Bahlil.

Meski begitu, Bahlil menekankan masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir karena pemerintah berkomitmen menjaga harga energi bersubsidi tetap stabil.

“Tapi yang penting gini lho. Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting. Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu lho. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang di tanggung jawab oleh pemerintah yaitu subsidi,” tutur dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi yang berlaku mulai Agustus 2026. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.

Harga Pertamax Turbo juga turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter, sedangkan Pertamax Green turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut