Pimpinan MPR Serahkan Konsep PPHN ke Prabowo, Bakal Jadi Pedoman Lintas Presiden

Ketua MPR RI Ahmad Muzani (tengah) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Presiden RI Prabowo Subianto mendukung penuh penyusunan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai pedoman pembangunan nasional yang berlaku lintas pemerintahan.

img_title Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Digelar Selasa 11 Agustus

Prabowo menilai PPHN perlu ditetapkan melalui mekanisme Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI agar menjadi arah pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk satu periode pemerintahan.

Hal itu disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2026.

img_title Tiba di Istana Merdeka, Prabowo Sambut PM Thailand Anutin Pakai Tari Jaipong

Kata Muzani, Prabowo berpandangan bahwa PPHN harus menjadi acuan jangka panjang bagi pemerintahan Indonesia di masa mendatang.

“Presiden pada prinsipnya menyerahkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menjadikan Pokok-Pokok Haluan Negara sebagai pedoman bagi lintas pemerintahan,” ucap Muzani kepada wartawan.

img_title Kasus Korupsi Kuota Haji Segera Disidang, Yaqut Siap Bongkar Fakta di Pengadilan

Prabowo menegaskan bahwa keberadaan PPHN tidak ditujukan hanya untuk mendukung pemerintahan yang sedang berjalan, melainkan sebagai arah pembangunan nasional yang melintasi berbagai periode kepemimpinan.

“Sebab, PPHN tidak dimaksudkan hanya untuk pemerintahan sesaat, melainkan menjadi arah bagi perjalanan pemerintahan yang melintasi berbagai periode,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Muzani, Prabowo menyerahkan sepenuhnya kepada MPR untuk memproses dan menetapkan PPHN sesuai mekanisme konstitusional.

“Oleh karena itu, Presiden menyerahkan kepada mekanisme MPR untuk menetapkan PPHN sebagai pedoman bagi kepresidenan-kepresidenan berikutnya,” ujarnya.

Dalam pembahasannya, Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap sejumlah substansi yang dimuat dalam konsep PPHN, khususnya terkait proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah.

“Karena itu, Presiden menyambut baik gagasan-gagasan tersebut. Bahkan, Presiden memberikan perhatian yang besar terhadap berbagai poin, antara lain mengenai proses demokratisasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ungkap Muzani.

Salah satu isu yang menjadi perhatian Prabowo adalah tingginya biaya penyelenggaraan demokrasi di daerah. Menurut Muzani, Prabowo menilai proses demokrasi dalam pemilihan kepala daerah memiliki konsekuensi yang tidak ringan.

“Salah satunya, Presiden menilai bahwa proses penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan melalui proses demokrasi yang mahal, unik, dan sangat melelahkan,” katanya.

Di sisi lain, Prabowo juga menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi setelah terpilih melalui proses demokrasi tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut