Hashim Tawarkan Kredit Karbon Indonesia ke Perusahaan Thailand, Bidik Kerja Sama Pengurangan Emisi

Hashim Djojohadikusumo
Sumber :
  • Tangkapan Layar Siaran Langsung Asian Insights Conference 2025

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Indonesia menawarkan peluang pemanfaatan kredit karbon kepada perusahaan-perusahaan asal Thailand sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama di bidang iklim dan transisi energi. Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, dalam Indonesia-Thailand Business Forum di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Agustus 2026.

img_title RI Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan dengan Korsel

Dalam forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha dari Indonesia dan Thailand tersebut, Hashim menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk menjawab tantangan global, terutama yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Menurutnya, salah satu pencapaian pemerintah adalah keberhasilan mengesahkan regulasi yang menjadi landasan dalam mendukung kebijakan iklim sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global.

img_title Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Ancaman El Nino, Kepala Daerah Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Irigasi

"Salah satu pencapaian pemerintah saat ini adalah kita telah berhasil meloloskan perundang-undangan untuk memenuhi persyaratan dan tantangan dunia yang terus berubah, khususnya terkait iklim, kebijakan iklim, dan perubahan iklim," ujar Hashim.

Indonesia Kembangkan Pasar Karbon

img_title Disebut Sebagai Agen CIA Palsu, Hashim Djojohadikusumo Buka Suara

Hashim mengatakan, setelah regulasi tersebut disahkan, Indonesia resmi mengembangkan pasar karbon sebagai salah satu instrumen untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dari berbagai negara yang memiliki kewajiban mengimbangi emisi karbon dapat memanfaatkan kredit karbon yang tersedia di Indonesia.

Ia menjelaskan, pasar karbon Indonesia membuka kesempatan bagi perusahaan internasional untuk memperoleh kredit karbon sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi mereka.

"Sehingga mereka di seluruh dunia yang perlu mengimbangi emisi karbon mereka dengan kredit karbon dapat datang ke Indonesia dan mendapatkan kredit serta membeli kredit melalui pasar karbon Indonesia," jelasnya.

Perusahaan Thailand Didorong Manfaatkan Kredit Karbon

Dalam kesempatan itu, Hashim menegaskan bahwa peluang tersebut juga ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan asal Thailand, termasuk sektor manufaktur yang membutuhkan skema pengurangan emisi karbon.

Menurutnya, kehadiran pasar karbon Indonesia dapat menjadi salah satu alternatif bagi perusahaan Thailand untuk memenuhi kebutuhan kredit karbon melalui mekanisme yang telah disiapkan pemerintah Indonesia.

"Hal ini tentu saja juga ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan Thailand dan manufaktur Thailand," ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Dorong Kolaborasi Indonesia dan Thailand

Penyampaian tawaran tersebut menjadi bagian dari pembahasan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Thailand yang berlangsung dalam Indonesia-Thailand Business Forum.

Melalui forum tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi yang lebih luas antara dunia usaha kedua negara, termasuk dalam bidang energi, keberlanjutan, dan kebijakan iklim.

Pengembangan pasar karbon menjadi salah satu instrumen yang diharapkan dapat mendukung komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama internasional di sektor ekonomi hijau.

El Nino.

Bappenas Pastikan Dana Pemerintah Masih Aman Hadapi Dampak El Nino, Fokus pada Penanganan Mendesak

Bappenas dengan tegas memastikan bahwa pendanaan dari pemerintah masih memadai untuk menangani dampak El Nino dan menyiapkan berbagai skema pembiayaan iklim.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut