Kronologi Penemuan Mayat dalam Karung di Depok, Dikira Sampah hingga Polisi Lakukan Autopsi
Polisi Langsung Olah TKP
Polisi menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa sore.
Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas Satreskrim Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang pertama kali menemukan jasad tersebut.
"Dapat kami sampaikan pada hari ini tanggal 4 Agustus kami mendapatkan laporan dari masyarakat adanya temuan mayat di wilayah Pancoran Mas. Informasi yang kami dapatkan sekitar pukul 16.00, tentunya kita melakukan rangkaian penyelidikan, yaitu olah TKP dan juga pemeriksaan saksi-saksi yang menemukan pada saat di TKP," kata Made.
Usai proses olah TKP, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan forensik.
Sebagian Tubuh Korban Tidak Ditemukan
Dari pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Tubuh korban berada di dalam karung beras, tidak mengenakan pakaian, kedua tangannya terikat kain putih, dan terdapat luka terbuka di bagian leher. Selain itu, kedua kaki korban hilang mulai dari pangkal paha.
Polisi memastikan sebagian tubuh korban tidak ditemukan di lokasi penemuan.
"Ya, dapat kami sampaikan sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP, namun kami masih melakukan penyelidikan," ujar Made.
Temuan tersebut membuat polisi mendalami dugaan bahwa korban merupakan korban mutilasi. Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi.
Identitas Korban Masih Misterius
Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi juga belum memastikan jenis kelamin maupun usia korban karena proses identifikasi masih berlangsung.
Ketika ditanya mengenai dugaan luka pada leher korban, Made menyatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan sebelum hasil autopsi keluar.
"Itu nanti akan dapat kami jawab setelah proses otopsi yang kami lakukan bersama tim dokter forensik di Rumah Sakit Kramat Jati," katanya.
Sementara saat ditanya mengenai jenis kelamin korban, Made hanya mengatakan bahwa seluruh identitas korban akan diumumkan setelah dipastikan melalui proses identifikasi forensik.
"Untuk itu, identitas korban nanti kami akan sampaikan setelah kita mendapatkan kepastian," ujarnya.
