Kronologi Penemuan Mayat dalam Karung di Depok, Dikira Sampah hingga Polisi Lakukan Autopsi
Depok, VoxPop – Penemuan sesosok mayat di dalam karung beras menggegerkan warga di kawasan Tanah Merah, Kavling Rawageni, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Jasad tersebut pertama kali ditemukan setelah sebuah karung yang selama berhari-hari dikira berisi sampah dibakar oleh warga.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Metro Depok. Polisi juga telah mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi guna mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.
Karung Sudah Tergeletak Hampir Dua Pekan
Berdasarkan keterangan warga, karung beras yang belakangan diketahui berisi jasad manusia itu sebenarnya sudah berada di lahan kosong sejak 24 Juli 2026.
Selama hampir dua pekan, tidak ada warga yang menaruh curiga. Lokasi penemuan yang dipenuhi ilalang serta bentuk karung yang menyerupai tumpukan sampah membuat warga menganggap benda tersebut tidak berbahaya.
Salah seorang warga bernama Badlu (66) mengatakan karung itu dibiarkan begitu saja karena seluruh warga mengira isinya hanyalah sampah.
"Dikira sampah, makanya sama warga sini didiemin aja," ujarnya.
Menurut Badlu, selama karung berada di lokasi juga tidak tercium aroma menyengat yang biasanya muncul dari jasad yang telah membusuk. Kondisi itu membuat tidak seorang pun menduga ada tubuh manusia di dalamnya.
Terbongkar Saat Warga Membakar Karung
Peristiwa mengejutkan itu bermula ketika seorang warga berniat membakar karung yang dianggap sebagai tumpukan sampah.
Saat api mulai membakar karung, lapisan plastik dan karung perlahan meleleh. Dari situlah warga melihat bagian tubuh manusia yang berada di dalamnya.
"Setelah dibakar kan karungnya meleleh. Karungnya meleleh, terus baru kelihatan badannya, gitu," kata Badlu.
Temuan tersebut langsung membuat warga panik. Penemuan jasad kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Dalam konferensi pers, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama membenarkan kronologi tersebut.
"Untuk kondisi awal ditemukan, mayat tersebut atau korban tersebut dalam karung beras. Dari informasi warga sekitar ataupun saksi-saksi, pada saat ditemukan saksi awalnya berpikiran itu adalah sampah, kemudian dibakar. Pada saat proses pembakaran tersebut melihat potongan tubuh dari korban tersebut," ujarnya.
Polisi Langsung Olah TKP
Polisi menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa sore.
Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas Satreskrim Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang pertama kali menemukan jasad tersebut.
"Dapat kami sampaikan pada hari ini tanggal 4 Agustus kami mendapatkan laporan dari masyarakat adanya temuan mayat di wilayah Pancoran Mas. Informasi yang kami dapatkan sekitar pukul 16.00, tentunya kita melakukan rangkaian penyelidikan, yaitu olah TKP dan juga pemeriksaan saksi-saksi yang menemukan pada saat di TKP," kata Made.
Usai proses olah TKP, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan forensik.
Sebagian Tubuh Korban Tidak Ditemukan
Dari pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Tubuh korban berada di dalam karung beras, tidak mengenakan pakaian, kedua tangannya terikat kain putih, dan terdapat luka terbuka di bagian leher. Selain itu, kedua kaki korban hilang mulai dari pangkal paha.
Polisi memastikan sebagian tubuh korban tidak ditemukan di lokasi penemuan.
"Ya, dapat kami sampaikan sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP, namun kami masih melakukan penyelidikan," ujar Made.
Temuan tersebut membuat polisi mendalami dugaan bahwa korban merupakan korban mutilasi. Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi.
Identitas Korban Masih Misterius
Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi juga belum memastikan jenis kelamin maupun usia korban karena proses identifikasi masih berlangsung.
Ketika ditanya mengenai dugaan luka pada leher korban, Made menyatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan sebelum hasil autopsi keluar.
"Itu nanti akan dapat kami jawab setelah proses otopsi yang kami lakukan bersama tim dokter forensik di Rumah Sakit Kramat Jati," katanya.
Sementara saat ditanya mengenai jenis kelamin korban, Made hanya mengatakan bahwa seluruh identitas korban akan diumumkan setelah dipastikan melalui proses identifikasi forensik.
"Untuk itu, identitas korban nanti kami akan sampaikan setelah kita mendapatkan kepastian," ujarnya.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Metro Depok masih melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa para saksi, menelusuri asal-usul korban, serta mencari bagian tubuh yang belum ditemukan. Di sisi lain, tim dokter forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian dan memastikan identitas korban sebelum hasilnya diumumkan secara resmi kepada publik.
