Kuota Pendaftaran Peserta Upacara HUT ke-81 RI di Istana Sudah Full, Bakal Dibuka Lagi Besok
- dok. istimewa
Jakarta, VoxPop – Istana Merdeka mulai membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana pada Rabu, 8 Agustus 2026. Namun, setelah pengumuman pendaftaran dibuka, satu jam setelahnya kuota pendaftaran tersebut penuh.
Tampak di laman pendaftaran, muncul pemberitahuan bahwa registrasi telah ditutup karena seluruh kuota untuk hari pertama sudah penuh.
Pada laman tersebut juga tertera status "Penuh"sehingga formulir pendaftaran tidak lagi dapat diakses.
Dilansir dari Antara, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan kuota pendaftaran akan kembali dibuka pada hari berikutnya.
"Besok ada lagi," kata Juri.
Sebelumnya, saat pendaftaran dibuka pukul 10.00 WIB, portal sempat menampilkan pemberitahuan bahwa pengguna harus menunggu lebih dari empat jam akibat tingginya jumlah permintaan akses secara bersamaan.
Kementerian Sekretariat Negara membuka pendaftaran undangan Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 5–7 Agustus 2026 melalui laman pandang.istanapresiden.go.id.
Pemerintah menyiapkan 8.100 undangan, sedangkan masyarakat yang ingin mengikuti upacara wajib mendaftar secara daring dengan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.
Sebagai informasi, Pemerintah ingin menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai perayaan yang lebih dekat dengan rakyat melalui rangkaian kegiatan yang partisipatif, inklusif, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu ditegaskan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari.
“Kita ingin memastikan bahwa hasil dari setiap keringat pembangunan tidak hanya dinikmati segelintir orang, melainkan dapat dirasakan secara nyata, lebih luas, dan merata oleh setiap masyarakat di seluruh pelosok Nusantara. Pemerintah sangat menginginkan agar peringatan kemerdekaan tahun ini terasa berbeda dan lebih dekat di hati rakyat,” kata Qodari dalam keterangannya, dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia juga menegaskan bahwa ini bukan sekedar momen pergantian bulan di kalender, namun juga menjadi pengingat yang berharga bagi Indonesia sebagai sebuah bangsa besar.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai sebuah pijakan kuat untuk merajut kembali gotong royong. Memantik rasa optimistis untuk melanjutkan pembangunan negeri yang kita cintai ini,” ujar Qodari.
Tahun ini, HUT ke-81 Kemerdekaan RI mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", yang menjadi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa melalui kerja keras dan kolaborasi. Semangat kebersamaan tersebut juga tercermin dalam pelibatan masyarakat secara langsung pada proses pemilihan logo resmi HUT ke-81 RI.
Rangkaian Bulan Kemerdekaan telah diawali dengan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional, Jakarta, pada 1 Agustus lalu. Selanjutnya, sepanjang Agustus akan digelar berbagai agenda kenegaraan, antara lain Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Pada 14 Agustus, Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Pidato Kenegaraan serta Pidato Penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan di hadapan DPR RI.
Menjelang Hari Kemerdekaan, tepatnya pada 15 Agustus, pemerintah akan menggelar Ziarah Nasional, Apel Kehormatan, dan Renungan Suci sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan dan pahlawan bangsa.
Puncak peringatan HUT ke-81 RI akan berlangsung pada 17 Agustus melalui Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Pusaka.
“Presiden Prabowo akan bertindak sebagai inspektur upacara. Masyarakat juga akan diundang dengan peserta sekitar 8.100 peserta,” kata Qodari.
