Gelar Audiensi soal Bendungan Lahor, Golkar Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Hal Penting

Fraksi Golkar Terima Audiensi Bahas Bendungan Lahor
Sumber :
  • dok. istimewa

Jakarta, VoxPop – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji, didampingi Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hamka B. Kady, menerima audiensi Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Fahmi Hidayat beserta jajaran di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. 

img_title Cegah Manuver Organisasi, Said Aldi Dorong Munas AMPI Dipercepat

Pertemuan ini membahas kebijakan penutupan akses jalan di atas Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang berlaku sejak 1 Agustus 2026 dan menuai protes warga.

Perum Jasa Tirta I memberlakukan pembatasan akses lalu lintas di atas Puncak Bendungan Lahor yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar sebagai langkah mitigasi dan perlindungan terhadap bendungan yang berstatus Objek Vital Nasional. Kebijakan ini memicu keluhan warga karena dinilai menghambat aktivitas dan mengganggu roda perekonomian di dua wilayah tersebut.

img_title Golkar Nilai Pernyataan Deddy Sitorus soal Bahlil Tak Jaga Kondusifitas Politik

Sarmuji menerima langsung aspirasi warga saat kunjungan ke Blitar pada 31 Juli 2026 dan berjanji menindaklanjutinya kepada Perum Jasa Tirta I selaku pengelola bendungan.

"Saya menerima aspirasi warga karena akses jalan Bendungan Lahor ditutup. Kalau bukan karena pertimbangan keamanan atau keselamatan, sesuai surat yang saya kirimkan, mohon dibuka tetapi dengan skema limitasi waktu yang ada. Kalau ditutup total akan menimbulkan kemacetan di jalan utama dan mengganggu perekonomian. Kita harus cari opsi lain agar masyarakat tidak terlalu terdampak besar," kata Sarmuji, Rabu, 5 Agustus 2026.

img_title Bela Bahlil, PP AMPG Kecam Pernyataan Deddy Sitorus-Desak Minta Maaf

Sarmuji menegaskan, meski aspirasi warga penting diperhatikan, aspek keselamatan tidak bisa dikesampingkan. 

"Kami bersepakat bahwa keselamatan dan keamanan penting, karena jika tidak, khawatir justru akan menjadi masalah besar di kemudian hari," ujarnya.

Fahmi Hidayat menjelaskan, penutupan akses dilakukan karena Bendungan Lahor, dibangun pada 1973 dan mulai beroperasi pada 1977 tengah menjalani proses review untuk izin perpanjangan operasi. Ia menyebut proses tersebut mendesak dilakukan setelah ditemukan sejumlah titik retakan pada konstruksi bendungan.

"Seiring usia, kekuatannya melemah. Konstruksi dan material saat dibangun tidak sebagus dan secanggih saat ini," ujar Fahmi. Ia menambahkan bahwa pihaknya kini tengah memasang berbagai instrumen pemantauan untuk mendukung proses review, sehingga bendungan harus terbebas dari lalu lintas kendaraan bermesin agar instrumen tidak terganggu.

Menurut Fahmi, langkah ini merupakan bagian dari pemeliharaan agar bendungan eksisting dapat terus digunakan, termasuk mempertahankan fungsinya untuk irigasi, pengendalian banjir, pembangkit listrik, dan penyimpanan air.

Ia juga menyinggung adanya penyebaran informasi yang tidak akurat oleh sejumlah pihak, termasuk pelaku usaha di Blitar dan Malang, yang menggerakkan massa untuk membongkar penutupan jalan. 

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak menampik aspirasi warga, termasuk mereka yang memiliki usaha di sekitar area bendungan.

Menanggapi penjelasan tersebut, Sarmuji menilai kebijakan ini semestinya dikomunikasikan lebih awal kepada masyarakat agar mereka memahami pentingnya faktor keamanan dan keselamatan, sekaligus disertai penyediaan opsi alternatif sebelum kebijakan diterapkan. Ia mengingatkan bahwa dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga pelajar yang bersekolah lintas wilayah Blitar–Malang.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu menyambut baik kebijakan skema buka-tutup terbatas sebagai jalan tengah, yakni akses dapat dilalui hingga pukul 22.00 WIB dan dibuka kembali pukul 04.00 WIB, dengan tarif simbolis Rp1 melalui kartu uang elektronik.

Ia juga menekankan bahwa penutupan total pada akhirnya tidak terhindarkan mengingat usia bendungan yang telah mencapai 50 tahun, sehingga pengaktifan jalan inspeksi, termasuk perkuatan dan pelebarannya perlu segera dilakukan. 

Selama masa transisi ke jalur inspeksi, Sarmuji meminta adanya limitasi waktu penggunaan Bendungan Lahor untuk lalu lintas umum dengan mempercepat solusi alternatif.

"Kita harus cari solusi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," kata Sarmuji, merujuk pada skema buka-tutup terbatas sebagai solusi jangka pendek, percepatan jalan inspeksi sebagai solusi jangka menengah, pembangunan jembatan dan pelebaran jalan Blitar dan Malang sebagai solusi jangka panjang.

Sementara, Hamka B. Kady menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak terkait di Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air perihal pengelolaan Bendungan Lahor dan Direktorat Jenderal Bina Marga perihal pengelolaan jalan.

"Bendungan itu sudah tua, harus dijaga dan dipelihara agar tetap dapat digunakan selama-lamanya. Solusinya, akses jalan di atas Bendungan Lahor jangan ditutup permanen, tetapi diberlakukan buka-tutup secara terbatas, sesuai kondisi, sambil jalan inspeksi diperlebar dan diperkuat. Secara bertahap akses kendaraan roda empat dikurangi," kata Hamka.

Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus menerima kunjungan jajaran DPP AMPI

Said Aldi Al Idrus Dukung AMPI Gelar Rapimnas dan Munas X

Pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Munas X Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dinilai sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut