Sebelum Jadi Tersangka, Saepul Tukang Piscok Gay Pelaku Pembunuhan Depok Ternyata Pernah Ikut Kompetisi Dangdut di TV
- Kolase VoxPop/ Tiktok @lidasaepull220
VoxPop – Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh Saepul alias Saepullah (26) satu per satu mulai terungkap.
Publik digegerkan dengan penemuan jasad pria bernama Kunaefi (51) dalam karung di kawasan Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.
Warga setempat awalnya mengira karung tersebut berisi sampah, ternyata berisikan jasad manusia dengan kondisi mengenaskan karena tubuhnya yang ditemukan tidak utuh.
Kurang dari 24 jam setelah jasad ditemukan, pihak kepolisian berhasil meringkus pria yang diduga sebagai pelaku yang bernama Saepul.
Saepul Ikut Kompetisi Menyanyi Dangdut
Pelaku pembunuhan di depok, Saepul (26) pernah mengikuti kompetisi dangdut
- TikTok @lidasaepull220
Belakangan ini, publik yang menyoroti kasusnya mulai menguliti identitas Saepul. Ternyata, sebelumnya ia pernah tampil di televisi saat mengikuti kompetisi Dangdut.
Tidak disangka ia memiliki bakat bernyanyi, bahkan pernah mengikuti sejumlah kompetisi dangdut.
Salah satunya pada ajang pencarian bakat yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional.
Sejumlah foto beredar di media sosial, Saepul merupakan peserta DMD Panggung Rezeki.
Keikutsertaannya dalam ajang tersebut karena ingin membelikan motor untuk ibunya berjualan di pasar.
“Sebenarnya saya mau bantu ibu saya jualan dipasar. Jual sayur, dari jam 02.00 WIB subuh sampai jam 08.00 WIB pagi,” ungkap Saepul saat mengikuti kompetisi, dikutip dari akun TikTok @lidasaepull220.
Perjalanan dari rumahnya menuju pasar cukup jauh, sekitar 5 km. Terkadang ibunya pergi ke pasar dengan berjalan kaki lantaran tidak memiliki kendaraan.
“Terus kan karena kita nggak ada kendaraan, kadang dari rumah ke pasar tuh jalan kaki. Lumayan (jauh) sekitar 5 km,” ujarnya.
Selain membelikan motor untuk ibunya, hadiah dari kompetisi tersebut akan menjadi modal ibunya untuk berjualan sayur di pasar.
“Buat motor second aja, sisanya buat modal emak nambah jualan. Soalnya kan sayurannya ngambil dari orang. Untungnya cuma Rp1.000 atau Rp2.000 gitu. Jadi kalau misalkan belanja sendiri untungnya bisa kelihatan,” jelas Saepul.
Berjualan Piscok di Stasiun
Saepul alias Saepullah (baju tahanan)
- Dok. Istimewa
Sebelum diringkus oleh polisi, Saepul bekerja sebagai pedagang pisang cokelat menggunakan gerobak di sekitar Stasiun Pondok Cina, Depok.
Sehari-harinya, pria kelahiran tahun 2000 itu menjalani aktivitas berjualan sebagai mata pencahariannya.
Namun, kini dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi.
Tak hanya itu, polisi juga mengungkapkan bahwa Saepul membawa kabur sepeda motor milik korban.
“Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa sepeda motor milik korban ke Panimbang dan menjualnya,” terang Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Atas kasus tersebut, tersangka dikenakan Pasal 459 dan atau 458 yang merujuk pada ketentuan tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana).
(kmr)
