Kecelakaan Merpati

Analisa Pakar dari Rekaman Suara Pesawat MA60

Pesawat jenis MA60
Sumber :
  • airliners

VoxPopnews - Dari hasil rekaman suara kokpit (Voice Cockpit Recorder/ VCR) serta kotak hitam (Flight Data Recorder/ FDR) yang dianalisa di China, ternyata Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan  tidak ditemukan kepanikan di kokpit pesawat Merpati menjelang kecelakaan di perairan Kaimana Papua, dua pekan lalu.

img_title Momen Merpati Putih Hinggap di Kepala Prajurit saat Upacara HUT ke-80 RI

Keterangan yang diumumkan oleh KNKT menyatakan bahwa pilot maupun co-pilot tidak panik ketika pesawat Xian MA60 jatuh ke laut. "Dari VCR dan FDR, tidak dijumpai kegaduhan di dalam kokpit pesawat," ujar Masruri Kepala Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara KNKT. 

Masruri menambahkan, pada saat kecelakaan, pilot dan co-pilot juga tidak terlihat berusaha mendaratkan pesawat di atas air. Namun, Masruri tidak bersedia menjelaskan lebih jauh mengenai rekaman suara di kokpit pesawat itu. 

img_title Denny Sumargo Makan Otak Kelinci Biar Spermanya Bagus, Alhamdulillah Istrinya Hamil!

"Kami akan melakukan analisa komprehensif, meliputi analisa human factor, engineer, ATC, dan lain-lain, sekitar pekan depan. Hasilnya baru akan kita ungkap pada final report," kata Masruri, Kamis 19 Mei 2011.

Dari informasi tersebut, Capt. Rendy Sasmita Adji Wibowo, pakar penerbangan yang menjabat sebagai Senior Flight Operation Inspector pada International Civil Aviation Organization Indonesia (ICAO/Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dari PBB), memperkirakan bahwa pada saat kecelakaan, pilot dan co-pilot sama sekali tidak menyadari kondisi yang dialami pesawat menjelang kecelakaan.

img_title India Melepaskan Seekor Merpati yang Dituduh Adalah Mata-mata China

"Bila mengetahui bahwa pesawat tengah menukik ke air, mereka di kokpit pasti sibuk untuk melakukan sesuatu," ujar Rendy. Dari informasi yang ia himpun, sesaat sebelum jatuh ke laut, saksi mata di lapangan melihat pesawat tengah bermanuver. Saksi mengatakan bahwa sayap kanan pesawat berada di bagian atas dan sayap kiri di bagian bawah.

Padahal, kata Rendy, ketika hendak mendarat, pesawat sudah tidak boleh melakukan manuver pada ketinggian 30 meter. Akibat manuver pesawat membelok ke kiri, sayap kirinya membentur permukaan laut dan melentingkan moncong pesawat menukik menghunjam dasar laut.

Lebih lanjut, Rendy memperkirakan kecelakaan ini disebabkan oleh adanya spatial disorientation atau kegagalan pilot dan co-pilot mengenali horizon. Cuaca yang hujan lebat, menyebabkan warna langit menjadi gelap dan menyerupai warna laut. "Warna gelap di langit memantul pada permukaan laut."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut