Bupati Purwakarta Pikul 50 Kg Beras Buat Warga Miskin

Sumber :
  • Jay Bramena/ VoxPop.co.id
 
img_title Empat Pilar Kebangkitan Nasional Menurut Bupati Purwakarta
Galakan Kembali Perelek
 
img_title Yance Dukung Bupati Purwakarta Jadi Ketua DPD Golkar Jabar
Sebagai solusi dari masalah warga, seperti yang terjadi pada keluarga Uris, Dedi menggalakan kembali kegiatan perelek. Program ini di dalamnya terdapat subsidi silang antara warga mampu, dengan mereka yang kurang mampu.
 
Dedi menjelaskan, program itu akan dijalankan semua masyarakat Purwakarta, dengan menyisihkan beras sebanyak seperempat ‎gelas per hari, atau sekitar satu liter setiap minggunya.
 
Beras yang disisihkan itu, nantinya akan diambil ketua RT atau Perlindungan Masyarakat (Linmas) setempat. Selanjutnya, para pengepul beras akan melaporkan jumlah beras yang terkumpul pada program E-Pabeasan yang terpusat ke situs resmi Pemkab Purwakarta. 
 
"Melalui E-Pabeasan bisa terlihat mana daerah yang minim memberikan beras. Kemungkinan di situ ada yang membutuhkan subsidi beras. Nanti di cek, dan beras yang terkumpul disalurkan ke sana," ungkap Dedi.
 
Jika nantinya kebutuhan masyarakat terhadap beras sudah terpenuhi maka beras yang dikumpulkan akan dijual. Sementara hasil penjualan beras tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan seperti kelengkapan pos rw, pos ronda, atau pun aset lainnya. 
 
"Atau kita juga bisa memberikan pada masyarakat di luar Purwakarta. Bisa itu karena mereka kekurangan beras atau pun masyarakat yang terkena musibah," ujar Dedi.
 
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, perelek merupakan kegiatan mengumpulkan beras yang dilakukan masyarakat di setiap rumah, dengan menggunakan tempat penampungan tertentu. Nantinya beras tersebut dikumpulkan untuk kegiatan masak saat ronda, hajatan,‎ atau pun orang meninggal. 
 
Perelek sendiri biasa digunakan sebagai bahasa kiasan saat seseorang menuangkan beras dalam tempat untuk menampungnya. Saat memasukkan beras ke dalam tempat penampungan yang biasa terbuat dari bambu itu biasa terdengar suara 'plerek plerek' sehingga disebut beras perelek. 
 
Sementara E-Pabeasan dalam bahasa Indonesia berarti sebuah sistem elektronik yang menunjukkan data, mengenai ketersediaan beras dari kegiatan perelek. Kata pabeasan sendiri adalah bahasa Sunda untuk perberasan.
 
img_title Bupati Dedi Singgung Roro Kidul di UI Walau Dihadang FPI
Laporan: Jay Bramena
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi

Negara Ini Berdasarkan Konstitusi

Namanya sering dikaitkan dengan Ratu Pantai Laut Selatan.

img_title
VoxPop.co.id
7 Maret 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut