'Saya Mau Jadi Pemadam Kebakaran'

Ilustrasi/Pelajar SD di daerah pedalaman
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Harry Siswoyo

Konsep belajar kini tak lagi hanya terkungkung di ruang kelas. Siswa pun dibuat aktif menyenangi apa yang ada di sekitar mereka. Hutan, sungai, ladang dan apa yang ada di tengah masyarakat menjadi guru bagi seluruh siswa.

img_title Siswa Curhat ke Ganjar Ayahnya Korban PPKM, Eh Dikirimi Beras

http://media.voxpop.id/thumbs2/2016/02/15/56c1b04993401-siswa-sdn-1-mekartani-mendawai-kalimantan-tengah_663_382.jpg

FOTO: Siswa SDN 1 Mekartani menunjukkan hasil karya daur ulang mereka berupa tas untuk sekolah.

img_title Viral 3 Murid SD Bergelantungan Seberangi Sungai untuk Bersekolah

"Ruang kelas bukan cuma satu-satunya tempat belajar. Kami ingin menanamkan cara hidup berkelanjutan sejak dini," tutur kepala sekolah peraih penghargaan Adiwiyata Nasional tersebut.

Sebab itu, maklum adanya kenapa seluruh siswa di SDN 1 Mekartani sudah berwawasan hijau. Penghargaan mereka terhadap alam, tak cuma terwujud dari tindakannnya namun juga sudah menembus hingga ke mimpi mereka selepas dari sekolah.

img_title Gedung Sekolah Dasar di Jambi Hangus Terbakar

Atas itu lah, kenapa Yasmin dan Karim memiliki mimpi untuk jadi pemadam kebakaran. Meski sederhana, namun mimpi itu menembus batas dari rata-rata harapan dari seluruh siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Hutan terbakar, kami, orangutan, dan penduduk desa juga bisa mati. Karena itu hutan harus dilindungi dari api," ujar Karim sembari membenarkan tali sepatunya yang sejak tadi terlepas.

Selanjutnya, Menjadi Contoh...

 

Menjadi Contoh

Secara geografis, Desa Mekartani, merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Mendawai. Letaknya terpelosok sejauh lima jam perjalanan sungai dari ibu kota Kabupaten Katingan, Kasongan.

Mayoritas penduduknya adalah peserta program transmigrasi dari pulau Jawa sejak tahun 1984 dan sebagian besarnya berprofesi sebagai petani.

Namun, meski telah 32 tahun, desa ini tetap belum memiliki akses kendaraan. Seluruhnya praktis hanya bisa dijangkau lewat Kelotok, yakni perahu kecil dengan kapasitas penumpang antara lima sampai delapan orang.

Terlepas dari itu, apa yang dilakukan masyarakat dan sekolah di Mekartani memang mengagumkan. Saling sinergis dan terlibat satu sama lain, membuat pendidikan jadi lebih mudah.

Semua berbagi pengetahuan dan pengalaman tanpa sekat. Setiap orang pun memiliki tanggungjawab penting bagi pendidikan anak-anak mereka.

"Pendidikan dengan tidak mengandalkan ruang kelas ini sejalan dengan konsep pemerintah yang ingin menegaskan bahwa sekolah itu tempat yang menyenangkan," ujar staf khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Chozim yang ikut menyambangi SDN 1 Mekartani.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut