Gubernur Jatim Minta Pengaku Nabi Isa Diperiksa Kejiwaannya

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Sumber :
  • Tudji Martudji/VoxPop.co.id

VoxPop.co.id – Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta masalah pengakuan Jari (44), warga Jombang, Jawa Timur, sebagai penerus Nabi Isa tidak dibesar-besarkan

img_title Nabi Isa Palsu Perkenalkan 4 Kalimat Syahadat

"Ndak usah ditanggapi, atau dibesar-besarkan, yang harus diurus itu soal kejiwaan dan kesehatannya," ujar Soekarwo di Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat 19 Februari 2016.

Soekarwo meminta, agar Jari diperiksa kesehatan dan kejiwaannya. Selain itu, berharap masyarakat tidak mudah mempercayai orang yang mengaku sebagai nabi, atau membawa pemahaman agama baru.

img_title Begini Potret Makam Nike Ardilla Sekarang di Ciamis, Masih Ramai Diziarahi Fans Meski Sudah 31 Tahun Meninggal Dunia

"Bisa saja tubuhnya sehat, tetapi kejiwaan dan psikologinya harus diperiksa," tambahnya.

Sementara itu, terkait pernyataan Jari, Kepolisian di Jombang dan Pemerintah Kabupaten Jombang, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) menggelar rapat koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

img_title Menko Polkam dan Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kalteng

Saat dihubungi, Kapolres Jombang, AKPB Sudjarwoko menjelaskan, rapat koordinasi ini digelar untuk membahas persoalan Jari, dan memutuskan penyimpangannya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan penyimpangan ajaran agama yang dilakukan Jari bisa disimpulkan. Hal ini diperlukan, agar masalah ini juga bisa dibawa ke proses hukum.

"Kami masih menunggu hasil keputasan dari rapat koordinasi," jelas Sudjarwoko. 

Sebelumnya diberitakan, Jari, warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengaku sebagai penerus Nabi Isa. Ia mengaku mendapatkan wahyu dari pada 2005. (asp)

Ilustrasi manusia.

Heboh Nabi Palsu di Bangkalan, Ini Respons MUI

MUI akan mengajak Nur Tabib dan pengikutnya kembali ke ajaran Islam.

img_title
VoxPop.co.id
25 April 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut