Penjelasan Tim Dokter soal Bupati Ogan Ilir Pemadat
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
VoxPop.co.id – Perwakilan dari 25 tim dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi saat menjadi calon bupati menyampaikan prosedur yang dijalani saat tes kesehatan terhadap seluruh calon bupati dan calon wakil bupati pada tahun 2015 lalu.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dr Rita Mustika menjelaskan bahwa tes urine dilaksanakan dengan profesional.
"Seluruh pot urine pasangan calon tidak diberi nama. Hanya diberikan kode barcode. Sama seperti pasien lain, sehingga tidak ada satupun yang mengetahui jika itu urine para pasangan calon," kata dr Rita Mustika ketika menggelar konferensi pers di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 16 Maret 2016.
Para perawat kata dia juga mendampingi hingga ke toilet dengan kondisi pintu terbuka ketika calon sedang mengambil sampel urine.
Usai urine dimasukkan ke dalam pot khusus, para calon langsung menyerahkan ke perawat yang mendampinginya. Pot urine lalu dibawa oleh perawat dan diserahkan ke petugas laboratorium yang tak jauh dari lokasi toilet tersebut.
Selanjutnya pot urine dibawa petugas laboratorium ke station pneumatic tube yang menggunakan plastik kuning dan diserahkan ke Graha Spesialis RSMH Palembang. Sementara barcode diberikan untuk kode spesimen.
Hanya petugas laboratorium yang bisa masuk ke ruang laboratorium pemeriksaan. Hasilnya, seluruh calon yang mengikuti tes dinyatakan negatif menggunakan narkoba.
Memang diakui pada saat menjalani tes kesehatan, hanya sampel urine yang diambil. Sementara darah dan rambut tidak diperiksa.
Kepala Instalasi Patologi Klinik dan Mikrobiologi, dr Phey Liana mengatakan seandainya ada hasil positif narkoba sebagai hasil tes urine maka mereka akan melakukan konfirmasi ulang kepada calon kepala daerah untuk mengidentifikasi obat yang digunakan. Barulah kemudian dilakukan tes darah.
Namun, tes darah, menurutnya, juga mempunyai waktu deteksi yang lebih singkat sebab hasil metabolik disekresi ke darah terlebih dahulu sebelum ke urine. Deteksi darah akan lebih cepat hilang.
Sementara zat kimia di dalam urine bisa hilang sekitar 3 hari tergantung berbagai faktor antara lain banyak minum air, penggunaan narkoba dosis rendah dan PH urine yang bersangkutan.
"Memang rambut yang paling lama dan bisa bertahan beberapa bulan. Tapi kami berpatokan hanya kepada urine, sesuai dengan prosedur yang diminta. Kalaupun diperiksa rambut, itu lebih mengacu kepada jalur hukum," jelas dr Phey Liana.
