Pejabat yang Terlibat Panama Papers Bisa Cemarkan Jokowi

Jokowi.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Andika Wahyu

VoxPop.co.id – Pemerintah Indonesia diminta segera menyikapi terkait sejumlah pejabat negara yang disebut dalam skandal Panama Papers. Bocoran dokumen dari firma hukum Mossack Fonseca di Panama itu mengungkap dugaan penyimpangan pajak para pejabat dan pengusaha top dunia, yang memarkir aset-aset mereka di luar negeri.

img_title Skandal Panama Papers Dibuat Film, Ini Bintangnya

Menurut Ketua Setara Institute, Hendardi, ketegasan sikap pemerintah sangat penting agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan dan menimbulkan ketidakpercayaan publik pada pemerintah.

"Selain Harry Azhar Azis (Ketua BPK), publik juga dikejutkan dengan munculnya nama Luhut Panjaitan dalam Panama Papers. Meski Luhut membantah, tapi tetap saja dugaan keterlibatannya berpotensi akan mengganggu kredibilitas pemerintahan Jokowi-JK," kata Hendardi dalam pesan singkatnya, Senin 25 April 2016.

img_title PM Pakistan Diminta Mundur

Hendardi menilai, kedua pejabat negara itu merupakan bagian strategis dari pemerintahan Jokowi-JK. Baik Presiden Joko Widodo maupun KPK yang kabarnya sudah memvalidasi data bocoran itu, semestinya segera mengambil sikap.

"Bagi Harry Azhar Azis mengundurkan diri dari Ketua BPK adalah langkah terbaik untuk menyelamatkan institusi pemeriksa keuangan tersebut. Sementara pada Luhut, Jokowi harus menghitung betul kebenaran dugaan keterlibatan itu, dan dampak politik yang ditimbulkannya," ujar dia.

img_title PPATK Akan Buka Lagi Kasus Panama Papers

Apapun keyakinan Jokowi, lanjut Hendardi, standar bersih hukum dan integritas tinggi harus dijadikan pedoman Jokowi dalam reshuffle kabinet jilid II, sebagaimana Jokowi juga meminta pendapat KPK saat pembentukan awal kabinetnya.

Baik Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan maupun Ketua BPK Harry Azhar Azis sudah membantah kebenaran Panama Papers. Luhut membantah bahwa ia memiliki Mayfair, perusahaan offshore yang berbasis  Victoria, Mahe, Seychelles, Afrika Timur, seperti yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers.

"Saya tidak pernah terlibat di dalam itu, dan saya tidak tahu itu Mayfair (Mayfair International Ltd) itu. Seperti jawaban saya di dalam (majalah) Tempo jelas. Saya tidak pernah berkeinginan sedikit pun untuk tidak membayar pajak. Saya salah satu pembayar pajak setia," ujar Luhut di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin 25 April 2016.

[Baca: ]

Begitu juga dengan Harry Azhar Azis. Meskipun sempat membantah memiliki perusahaan offshore, Sheng Yue International Limited, sebagaimana disebutkan dalam dokumen Panama Papers, namun belakangan Ia mengakui telah mendirikan perusahaan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut