Kisah Saksi Hidup Gemetar Kuburkan Korban Peristiwa 1965

Mbah Sukar, saksi peristiwa 1965 di Semarang
Sumber :
  • VoxPop co.id/ Dwi Royanto

Saat menguburkan 24 korban, Sukar ditemani oleh tiga teman kampungnya, yakni Muharmain, Sarwani dan Sarimin. Dari ketiga temannya yang masih hidup, hanya Sukar dan Muharmain yang kini sudah pikun.

img_title Dokumen Rahasia Pembantaian 1965, Panglima TNI: Tanya BIN

"Sampai di hutan ada tiga lubang, tapi yang diisi mayat hanya dua lubang. Darah bercecer di sekitar lubang itu. Tapi tiga teman saya enggak kuat melihat dan memutuskan pulang. Tinggal saya sendiri, " ujar Sukar.

Mau tidak mau, Sukar pun menutup lubang ke 24 mayat yang bergelimpangan itu sendirian. Mesti harus melawan rasa takut, Sukar menguruk satu persatu liang itu dengan tubuh gemetar. Ia pun menandai dua liang itu dengan pohon Jarak.

img_title Indonesia akan Temui AS soal Dokumen Pembantaian 1965

http://media.voxpop.id/thumbs2/2016/05/05/572afce133a2e-kuburan-massal-korban-tragedi-1965-di-semaang_663_382.jpg

Kuburan massal korban tragedi 1965 di hutan Plumbon, Semarang

img_title Soal Andil AS di Pembantaian 65, Kemlu: Perlu Cross-check

Sejak saat itu, Sukar bahkan masih rutin membersihkan lokasi kuburan massal itu agar terawat. Beberapa kali, Sukar bahkan mendapati ada keluarga korban berziarah ke lokasi secara sembunyi-sembunyi.

Barulah pada 2015, kuburan massal di hutan Plumbon, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang, ini secara resmi dinisankan oleh para aktivis HAM Semarang. Dari 24 korban yang ada, nisan itu baru ditulis 8 nama. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dan pengakuan keluarga korban.

Kedelapan korban yang diketahui identitasnya itu adalah Mutiah (dulunya guru TK), Soesatjo (dulunya pejabat teras Kendal), Sachroni, Darsono, Yusuf (carik), Kandar (carik), Dulkhamid, dan Surono. Mereka merupakan warga Kabupaten Kendal yang sebelumnya ditahan di tawanan Kawedanan, Kaliwungu, Kendal.

Ilustrasi seorang di penjara.

Aktivis KNPI Kenang Sosok Isa Hasanda, Pelukis Lekra Tapol Orde Baru

Wasekjen DPP KNPI, Muhammad Natsir, mengenang sosok Isa Hasanda, pelukis pendiri Sanggar Bumi Tarung.

img_title
VoxPop.co.id
19 September 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut