Detik-detik Pembunuhan Sadis Dosen UMSU
- VoxPop.co.id / Putra Nasution (Medan)
VoxPop.co.id – Pelaku pembunuhan sadis terhadap Nurain Lubis (63), dosen Fakultas Ilmu keguruan dan ilmu pendidikan (FIKIP) UMSU, Roymardo S. menjalani pra rekontruksi di Mapolresta Medan.
Mahasiswa semester enam itu, memperagakan puluhan adegan, saat pelaku menghabiskan nyawa dosennya dengan menggunakan pisau, yang sudah disiapkan dari rumah kontrakannya.
"Ada 29 adegan kita lakukan pra rekontruksi pada hari Selasa 10 Mei 2016 kemarin, di lantai II Gedung Satuan Reskrim Polresta Medan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan Kompol Aldi Subartono, Rabu pagi, 11 Mei 2016.
Pria berusia 21 tahun ini, mengulangi aksi pembunuhan satu persatu. Di mana, pelaku mengambil pisau dari dalam jok sepeda motornya. Kemudian, Roymardo melihat kondisi seputaran kampus sambil duduk di depan kantor biro FKIP UMSU.
Dia lalu melihat korban keluar dari kantor biro dan masuk ke kamar mandi wanita. Tak lama kemudian, pelaku menunggu korban keluar kamar mandi. Melihat korban keluar, pelaku langsung melakukan aksinya dengan cara mengambil pisau yang sudah disiapkannya, kemudian membunuh korban.
"Jadi, tujuan pra rekonstruksi ini memberikan gambaran dan melihat sebenarnya peristiwa di TKP (tempat kejadian perkara). Alat-alat bukti yang kami kumpulkan, kami rangkum untuk menyempurnakan berkas perkara dan nantinya akan dikirim ke JPU (Jaksa Penuntut Umum)," ujar perwira melati satu itu.
Dia menyimpulkan, dari awal hingga akhir aksi kejam yang dilakukan oleh pelaku. Diduga, pelaku sudah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban yang merupakan mantan Dekan FKIP UMSU.
Aldi menyatakan, dengan dilakukan 29 adegan ini, tergambar jelas jika pelaku merencanakan aksi pembunuhan terhadap dosennya Nurain. "Dalam pra rekon, memang pelaku merencanakan berangkat dari kontrakannya sudah menyiapkan alat bukti pisau dan martil di jok keretanya," ujarnya.
Menurut Aldi, saat pelaku bangun tidur pada hari itu, sudah terlintas dibenaknya untuk melakukan pembunuhan. Alasan RS melakukan pembunuhan ini, adalah karena dendam. Tersangka diketahui kesal dan sakit hati, karena dimarahi oleh korban.
"Saat proses belajar mengajar, korban memarahi tersangka karena tak mematuhi aturan (kampus)," ucap dia.
