Polisi Ringkus Komplotan Pengganjal ATM di Medan

Ilustrasi mesin ATM.
Sumber :
  • REUTERS/Bogdan Cristel

VoxPop.co.id – Aparat kepolisian berhasil meringkus komplotan pembobolan ajungan tunai mandiri (ATM), yang merugikan korban mencapai Rp266,9 juta. Para pelaku berjumlah empat orang ini, sudah menjalani aksinya sebanyak 10 kali di kawasan kota Medan, Sumatera Utara.

img_title Hati-hati, Ini Lokasi yang Jadi Target Pelaku Skimming ATM

Dua dari empat tersangka yang berhasil diringkus masing-masing bernama Syahrial Syahbana Nasution (29 tahun) dan Samuddin Lubis alias Nisam alias Sam (35 tahun). Dua pelaku ini adalah warga Jalan Letda Sujono, Medan. Sedangkan dua pelaku lain masih dalam proses pengejaran oleh petugas kepolisian dari Polresta Medan dan polisi sudah mengantongi identitas para pelaku.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menjelaskan dalam aksinya, para tersangka melakukan pembobolan ATM milik nasabah dengan modus lama, yakni mengganjal lubang mesin ATM dengan tusuk gigi. Kemudian, pelaku menyamar sebagai petugas bank.

img_title Polisi Ringkus Spesialis Pembobol ATM Ratusan Juta Rupiah 

"Penangkapan kita lakukan beberapa waktu lalu terhadap dua pelaku. Tersangka Sam saat ini masih ditahan di Polsek Medan Kota karena kasus serupa. Sedangkan dua pelaku lain masih dalam pencarian. Keduanya yaitu FS dan TF," ucap Mardiaz kepada wartawan di Medan, Sabtu, 21 Mei 2016.

Polisi membongkar kejahatan pelaku setelah menerima laporan dari seorang korban yang juga sebagai nasabah, bernama Nurmala Cihouta Ginting. Korban melaporkan pembobolan rekening suaminya, Cecep Maret Dihidayat Bangun. Akibat kejadian pembobolan tersebut mereka kehilangan Rp266.945.538.

img_title Timnas Indonesia Jadi Korban, Vietnam Langsung Diganjar Bonus Fantastis Rp2 Miliar

Pencurian yang dialami Nurmala bermula saat dia mencoba melakukan penarikan uang di ATM Bank Mandiri di dalam Supermarket Bina, Setia Budi, Medan. Kartu ATM-nya ternyata tersangkut.

Perempuan ini kemudian menghubungi call centre Bank Mandiri di nomor 14000. "Namun karena kartu ATM yang digunakan atas nama suaminya, operator menjawab pemblokiran hanya bisa dilakukan suaminya," ujar Mardiaz.

Sekitar satu jam berselang, dua laki-laki mengenakan seragam Bank Mandiri datang ke lokasi. Keduanya juga turun dari mobil dengan stiker Bank Mandiri. Mereka mengaku dari call center 14000.

Salah satu dari pelaku itu berpura-pura membuka bagian mesin ATM. Dia kemudian menyerahkan kartu ATM kepada Nurmala. Namun, kartu ATM yang lain (bukan milik Nurmala), sedang ATM milik korban pelaku sita.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut