Mengungkap Hilangnya Cuping Hidung Jasad Wakiyah Lewat Foto
Mengungkap hilangnya cuping hidung, ujarnya, bukanlah sesuatu yang sulit bagi polisi. Sebab, penyidik tinggal mencari keterangan dari karyawan rumah sakit yang membawa jenazah dari bangsal ke kamar mayat, melihat CCTV dan menggunakan alat pendeteksi kebohongan serta keterangan dari para saksi serta keaslian foto yang menjadi salah satu barang bukti kejahatan tersebut.
"Dari keterangan suami korban kan sudah jelas. Sebelum jenazah dibawa dari bangsal ke kamar jenazah sempat masuk ruangan yang di dalamnya ada kaca dan besi-besinya. Itu ruangan apa?" ujarnya.
Keluarga, kata Retno, memang sengaja tidak mendesak aparat kepolisian untuk melakukan autopsi karena dengan alat bukti foto dan keterangan para saksi serta keahlian polisi sudah bisa mengungkap kasus tersebut.
"Ya, memang meski jenazah sudah lama meninggal dan dengan keahlian dokter forensik akan diketahui kebenaran hilangnya cuping hidung tersebut. Namun, jika dengan foto saja cukup kenapa harus dilakukan autopsi," ucapnya.
Retno menduga kasus yang menimpa Wakiyah merupakan fenomena gunung es dan hanya terpublikasi satu kasus saja. Di RSUD Panembangan Senopati juga melayani perawatan kecantikan. Salah satu cuping hidung bisa saja digunakan untuk merekontruksi wajah dan itu hanya bisa diakses orang kaya saja.
"Kalau pengacara dari RSUD bilang, cuping hidung tidak bisa digunakan apa-apa itu salah karena setelah dicari di internet cuping hidung dapat digunakan untuk rekonstruksi wajah dan RSUD Panembahan memberikan pelayanan tersebut," katanya.
