Melongok Reptil Purba Setengah Manusia di Flores

Pulau Komodo.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Harry Siswoyo

Naga Tua

img_title Mantan Rekan Setim Cristiano Ronaldo Ikut Desak Gianni Infantino Mundur, Luis Figo: Dia Sudah Bohong!

Sesuai namanya, melancong ke Pulau Komodo tanpa melihat komodo rasanya tidak mungkin. Sebab, reptil purba yang konon katanya bersaudara dengan legenda naga ini adalah hal yang wajib disaksikan.

Binatang komodo atau Orasebae dalam dialek lokal, tersebar di empat pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. Yakni, Pulau Komodo, Rinca, Kode dan Gili Motang. Total populasi berdasarkan survei tahun 2014, mencapai 5.000 ekor.

img_title Iran dan Oman Sepakat Soal Pelayaran Aman di Selat Hormuz, Pernyataan Bersama Segera Disiapkan

"Khusus di Pulau Komodo, populasinya terbesar. Tercatat ada 2.919 ekor dan berkeliaran bebas di hutan, pantai, dan perbukitan," kata Basra (41), petugas pendamping tamu di Pulau Komodo.

Menurut Basra, reptil purba ini umumnya beraktivitas pada pagi dan sore hari. Pagi dimulai dari pukul 05.00 hingga 10.00 dan petang pada pukul 15.00 hingga 18.00. "Komodo dari jam 10.00 sampai pukul 14.00 umumnya istirahat. Jadi mereka bersembunyi di bukit atau di bawah pohon," kata Basra.

img_title Harga Emas Hari Ini 6 Agustus 2026: Produk Antam Meroket, Global Kinclong

Sebab itu, disarankan bagi para pengunjung yang hendak menyaksikan komodo, sebaiknya berangkat sejak pagi hari dari Labuan Bajo. Sehingga bisa beruntung menyaksikan aktivitas mencari makan komodo.

Menurut Basra, sudah menjadi keharusan bagi para pengunjung untuk didampingi petugas atau ranger selama berkeliling di kawasan Taman Nasional Komodo. Sebab binatang pemakan daging ini sangat berbahaya dan bukan tidak mungkin menyerang manusia.

http://media.voxpop.id/thumbs2/2016/05/26/574679292db1e-para-pelancong-di-pulau-komodo-berpose-bersama-komodo_663_382.jpg

FOTO: Pengunjung Pulau Komodo berpose dengan Komodo yang sedang beristirahat.

"Jarak aman mendekat itu maksimal empat meter. Kita juga disarankan untuk tidak membuat banyak pergerakan. Sebab komodo sensitif, ia bisa mengejar," kata Basra.

Kemampun lari seekor komodo cukup menakjubkan. Dengan berat badan ratusan kilogram jangan kira binatang melata ini tak mampu berlari. Kata Basra, kecepatan seekor komodo bahkan bisa mencapai 18 kilometer atau 20 kilometer per jam saat mengejar mangsanya.

Dan tentunya yang paling berbahaya adalah ekornya. Dengan total panjang tubuh hingga 3,15 meter, ekor komodo menjadi senjata paling mematikan. "Karena itu petugas bawa kayu bercangka, biar bisa menjepit kepala komodo kalau ia bereaksi hendak menyerang. Komodo tidak bisa berbelok baik," kata Basra.

Masih penasaran bagaimana detailnya komodo? Mungkin ada baiknya mulai dari sekarang merencanakan melancong ke pulau ini. Yang jelas, komodo dan segala eksotiknya memang menakjubkan bagi siapa pun. Dunia saja sudah mengakui, lantas bagaimana dengan kita? Mari berwisata ke pulau ini. (ase)

Benua Antartika.

Telur Reptil Purba Raksasa Ditemukan di Antartika

Ukurannya 11 inchi.

img_title
VoxPop.co.id
19 Juni 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut