Pro Kontra Usai Moratorium di Industri Sawit

Seorang pekerja sedang mengangkut kelapa sawit.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Ade Alfath

"Pelaksanaan ISPO tidak mengurangi hambatan perdagangan, namun untuk memastikan keberlanjutan dalam pencapaian ekonomi sawit yang lebih baik. Dengan memproduksi minyak sawit yang telah memiliki sertifikat ISP akan mengurangi deforestasi dan memperbaiki kondisi lingkungan," ujarnya.

img_title Realisasi Penyerapan BBM B20 untuk PLN Baru Capai 47 Persen

Sebelumnya, para pelaku industri mempertanyakan perihal moratorium yang ditetapkan oleh pemerintah soal kelapa sawit. Salah satunya adalah PT Sumber Sawitmas Sarana Tbk yang meminta kejelasan moratorium tersebut.

"Moratorium belum jelas, apakah moratorium pembukaan lahan baru, moratorium penanaman, atau moratorium izin," ujar Direktur Utama PT Sumber Sawitmas Sarana Tbk, Rimbun Situmorang, di kantornya, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, belum lama ini.

img_title Dirjen Migas Jabarkan Ketentuan Pesan dan Distribusi B20

Selain itu, rencana moratorium dinilai akan menghambat pertumbuhan industri sawit. Di sisi lain, pemerintah pernah menyampaikan bahwa ekspor sawit menyelamatkan defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Kalau itu dilakukan, target untuk mencapai produksi minyak kelapa sawit mentah dari pemerintah tidak akan tercapai," kata dia.

img_title B20 Mulai Dijual di SPBU, Tapi Dikeluhkan Bikin Boros

Menurut Rimbun, moratorium bukanlah solusi untuk mencegah kerusakan hutan. Seharusnya yang dilakukan adalah peningkatan pengendalian dan pengelolaan lingkungan.

"Kalau memang harus ada, moratorium harus diatur detail, dari tahun kapan ke tahun kapan, dan apa saja yang dimoratorium," ujar dia.

Presiden Joko Widodo luncurkan BBM B30 di SPBU MT Haryono, Jakarta

Jokowi Pede Peluncuran B30 Bakal Akhiri Rezim Impor Migas

RI akan manfaatkan CPO untuk kepentingan dalam negeri.

img_title
VoxPop.co.id
23 Desember 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut