Pro Kontra Usai Moratorium di Industri Sawit
- VoxPop.co.id/Ade Alfath
"Pelaksanaan ISPO tidak mengurangi hambatan perdagangan, namun untuk memastikan keberlanjutan dalam pencapaian ekonomi sawit yang lebih baik. Dengan memproduksi minyak sawit yang telah memiliki sertifikat ISP akan mengurangi deforestasi dan memperbaiki kondisi lingkungan," ujarnya.
Sebelumnya, para pelaku industri mempertanyakan perihal moratorium yang ditetapkan oleh pemerintah soal kelapa sawit. Salah satunya adalah PT Sumber Sawitmas Sarana Tbk yang meminta kejelasan moratorium tersebut.
"Moratorium belum jelas, apakah moratorium pembukaan lahan baru, moratorium penanaman, atau moratorium izin," ujar Direktur Utama PT Sumber Sawitmas Sarana Tbk, Rimbun Situmorang, di kantornya, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, belum lama ini.
Selain itu, rencana moratorium dinilai akan menghambat pertumbuhan industri sawit. Di sisi lain, pemerintah pernah menyampaikan bahwa ekspor sawit menyelamatkan defisit neraca perdagangan Indonesia.
"Kalau itu dilakukan, target untuk mencapai produksi minyak kelapa sawit mentah dari pemerintah tidak akan tercapai," kata dia.
Menurut Rimbun, moratorium bukanlah solusi untuk mencegah kerusakan hutan. Seharusnya yang dilakukan adalah peningkatan pengendalian dan pengelolaan lingkungan.
"Kalau memang harus ada, moratorium harus diatur detail, dari tahun kapan ke tahun kapan, dan apa saja yang dimoratorium," ujar dia.
