Kisah Pelaut RI yang Dicegat Dua Kelompok Abu Sayyaf

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf, kerap melakukan penculikan dan perampokan di Filipina Selatan.
Sumber :
  • www.worldbulletin.net

VoxPop.co.id – Andi Wahyu, anak buah kapal dari Tugboat Charles 00, mengaku trauma dengan apa yang dialaminya saat dibajak oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Dengan suara bergetar ia pun merinci bagaimana detik menegangkan kelompok bersenjata Abu Sayyaf menculik rekan mereka di TB Charles dengan paksa.

img_title TNI Sebut KNPB Mendoktrin Masyarakat di Maybrat Tolak Pembangunan

Andi memaparkan kesaksiannya di Pangkalan TNI AL di Balikpapan, Senin 27 Juni 2016. Kejadian bermula pada Selasa 22 Juni 2016, sekira pukul 12.15 waktu setempat.

Saat itu, kapal TB Charles bersama sebuah tongkang sedang menuju ke perairan Indonesia ketika melintas Kepulauan Jolo Filipina. Dalam perjalanan itu, awak kapal sempat melihat ada dua perahu keluar dari kawasan permukiman Kepulauan Jolo.

img_title Permintaan Keluarga Sertu Ambrosius Korban Penyerangan di Maybrat

"Awalnya kami berpikir itu kapal ikan. Namun rupanya mereka berputar ke belakang kapal dan membagi dua di lambung kanan dan kiri," kata Andi.

Dalam waktu singkat sejumlah orang yang ada di dalam dua perahu itu langsung menaiki kapal dan menodongkan senjata ke seluruh awak kapal. Beberapa lainnya pun masuk ke dalam ruangan kapal dan menjarah sejumlah barang dan alat komunikasi.

img_title KBRI Usut Video Warga Papua Nugini Dukung Kelompok Bersenjata Papua

"Setelah itu ada yang bertanya pakai bahasa Melayu. Masinis mana, masinis mana? Lalu angkat tangan lah si Edi. Diambillah Edi, diikat tangannya pakai tali," kata Andi.

Menurut Andi, di Filipina masinis diartikan sebagai kepala kamar mesin. Sementara di Indonesia, justru dikenal sebagai teknisi mesin. Sebab itu, Edi yang menjadi masinis angkat tangan.

"Mereka lalu bertanya ke Edi, Kamu Masinis? Edi lalu menjawab, saya Second Officer. Mereka pun berteriak lagi mana masinis, hingga Edi menunjuk ke Mabrur. Dan akhirnya ketiganya pun diikat, Kapten, KKM dan Edy," kata Andi.

Dikejar Speedboat

Setelah ketiga awak dilarikan dengan dua kapal, Andi mengingat, saat itu mereka yang tersisa berjumlah 10 orang lagi. Mereka pun memutuskan untuk segera menjauh dari kepulauan itu.

"Kendali kapal dipegang oleh Chief Officer, dan kami putuskan untuk melepaskan tali tongkang agar bisa melarikan diri," kata Andi.

Namun nahas, dalam pelarian yang baru berlangsung selama 15 menit perjalanan laut. Rupanya ada kapal lain menggunakan speedboat dengan kecepatan tinggi. TB Charles kalah tenaga dan akhirnya diberhentikan lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut