Sendy Si Satpol PP Cantik yang Mahir Berbahasa Inggris
Selasa, 9 Agustus 2016 - 06:17 WIB
Sumber :
- VoxPop.co.id/Januar Adi Sagita
VoxPop.co.id - Sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota Surabaya sudah memiliki personel Satuan Polisi Pamong Praja yang berparas cantik. Disebut dengan istilah khusus, yakni Satpoltik alias Satpol PP Cantik. Berbeda dengan Satpol PP biasa, anggota Satpoltik memang terdiri dari para wanita.
Wajah cantik, badan tegap, serta dibalut pakaian cokelat, dan sepatu lars khas Satpol PP pada umumnya, seolah menjadi perpaduan unik. Sebab, umumnya mereka yang menjadi personel instansi itu adalah kaum adam, berbadan kekar, serta berwajah sangar.
Baca Juga
Namun, menjadi anggota Satpoltik rupanya tidak hanya bermodalkan wajah cantik. Sebab, mereka juga dituntut memiliki kemampuan lain, seperti diplomasi, bahkan berbahasa asing.
Salah satu personel Satpoltik yang memiliki kemampuan semacam itu adalah Sendy Krisna. Dara kelahiran Surabaya, 12 Desember 1994, itu memang memiliki kemampuan bahasa asing. Sebab, sebelum menjadi personel Satpoltik, Sendy adalah seorang pengajar.
“Saya ini sebelumnya guru TK untuk bahasa Inggris, dan (guru) privat, karena saat itu juga untuk mengisi luang saat kuliah,” kata Sendy kepada VoxPop.co.id di Surabaya pada Senin, 8 Agustus 2016.
Sendy mengungkapkan, awalnya dia sempat ragu saat memutuskan untuk beralih profesi menjadi anggota Satpoltik pada tahun lalu. Alasannya, dia tidak memahami betul makna Satpoltik.
“Saya itu tahunya Satpoltik, ya, orangnya cantik-cantik saja. Ternyata juga harus punya modal lain, ya, itu berupa kemampuan lain,” ujar Sendy.
Kemampuan itu harus dimilikinya untuk memudahkannya menjalankan tugas. Ia mencontohkan saat digelar razia, anggota Satpoltik selalu menjadi garda terdepan untuk meredam emosi warga.
Para personel Satpoltik, termasuk Sendy, harus memiliki kemampuan diplomasi dalam menurunkan ketegangan warga. “Istilahnya, kita jadi pelumasnya agar mereka yang akan dirazia itu emosinya menurun, atau terjadi cooling down (tenang), dengan mengedepankan diplomasi, dan pendekatan humanis,” ujarnya.
Meski demikian, dalam menjalankan tugasnya, tidak jarang Sendy juga menerima perlakuan jahil dari masyarakat. “Misalnya, pas menjalankan tugas di lapangan ada yang minta nomor HP (handphone), minta kenalan, dan nyeletuk cantik-cantik, kok, jadi Satpol PP,” kata Sendy.
Halaman Selanjutnya
