Din Syamsuddin: Praktik Haji lewat Negara Lain Sudah Lama

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin (kedua dari kanan).
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Ikhwan Yanuar

VoxPop.co.id - Mantan Ketua Muhammadiyah Din Syamsuddin, mengaku telah lama mendengar praktik pemberangkatan calon haji secara ilegal dengan memanfaatkan kuota haji dari negara lain.

img_title MBG Watch Temukan 5 Yayasan dengan SPPG Terbanyak: Polri, Muhammadiyah hingga TNI

Menurut Din, peristiwa 177 jemaah calon haji yang ditahan aparat Filipina karena menggunakan paspor negara itu sebetulnya bukan kali pertama terjadi. Kasus itu hanya semacam praktik lama tetapi baru terungkap ke publik sekarang. Dia bahkan menengarai ada oknum Kementerian Agama (Kemenag) yang terlibat praktik itu selama ini.

"Saya bukan kali ini saja mendengar pemanfaatan sisa kuota naik haji dari negara lain untuk digunakan naik haji bagi warga Indonesia. Dan kasus terakhir ini mereka kena batunya," kata Din kepada wartawan di sela-sela Muktamar XIII Nasyiatul Aisyiah di Yogyakarta, Sabtu, 27 Agustus 2016.

img_title Kemlu Sebut Perwakilan PBNU dan Muhammadiyah Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Din menduga pemalsuan paspor Filipina yang digunakan warga Indonesia untuk menunaikan ibadah haji berkaitan jaringan mafia keimigrasian Filipina. Masalahnya menjadi rumit dan kompleks karena melibatkan oknum negara lain. Namun, sekurang-kurangnya, biro perjalanan haji di Indonesia yang terlibat praktik itu harus ditindak tegas.

Langkah lain yang harus dilakukan Pemerintah adalah menyelamatkan 177 warga Indonesia yang kini masih di Filipina. Mereka wajib dipulangkan ke Indonesia karena menjadi korban akibat ketidaktahuan tentang peraturan haji.

img_title Bidik Jutaan Anggota dan Amal Usaha, Bank BSN Garap Ekosistem Muhammadiyah

"Jangan pula kewarganegaraan mereka dengan mudahnya dicabut. Mereka adalah korban karena ketidaktahuannya," katanya.

Din juga menilai peristiwa kejadian itu menunjukkan bahwa pengelolaan haji di Indonesia masih banyak kelemahan dan harus diperbaiki. Dia mengakui memang tak mudah mengurus haji yang melayani ratusan ribu jemaah sehingga sedikit atau banyak pasti ada kelemahan. “Meski untuk pelayanan haji tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu," ujarnya.

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea (tengah)

Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Hotman Paris: Pembelaan Hukum Tak Perlu Kaitkan Presiden

Sekjen Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo mengingatkan pengacara Hotman Paris agar tak membawa nama Presiden Prabowo saat memberikan pembelaan hukum ke Febrie Adriansyah

img_title
VoxPop.co.id
19 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut