PPATK: Perempuan Rentan Masuk Jaringan Teroris

Istri terduga teroris Poso, Santoso alias Abu Wardah ikut bergerilya di Pegunungan Biru, Poso.
Sumber :
  • VoxPop/Abdullah Hamman

VoxPop.co.id – Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso, mengatakan perempuan rentan dimanfaatkan jaringan teroris untuk menjadi alat transaksi keuangan terorisme.

img_title Di AS, Polri Bagi Pengalaman Atasi Aksi Terorisme

"Baik teroris Australia, teroris Malaysia seperti Nurdin M Top dan Azhari, punya istri-istri orang Indonesia. Jadi perempuan di Indonesia rawan," kata Agus di DPR, Jakarta, Rabu 14 September 2016.

Ia menjelaskan perempuan yang dinikahi atau dipacari tersebut biasanya akan dimanfaatkan rekeningnya untuk transaksi aliran terorisme. Karena itu ia mengimbau agar perempuan berhati-hati ketika diminta untuk meminjamkan rekeningnya.

img_title Transaksi 14.836 Pegawai Swasta dan 44 Pemuka Agama Mencurigakan

"Semua negara juga ternyata yang cukup rentan ada dua, perempuan sama anak remaja. Dua ini harus jadi target grup," kata Agus.

Ia mengatakan agak sulit untuk mempersentasekan berapa jumlah rekening perempuan yang dimanfaatkan untuk aliran dana terorisme. Sebab untuk satu orang perempuan saja bisa memiliki empat rekening.

img_title VIDEO: Alasan Ketua Pansus soal Alotnya RUU Antiterorisme

"Karena ada aliran uang yang dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan biaya rumah tangga para keluarga dalam jaringan teroris via rekening perempuan," tutur Agus.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin Meninggal Dunia

"Mohon dimaafkan segala khilaf dan salah beliau."

img_title
VoxPop.co.id
14 Maret 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut