Kementerian PUPR Evaluasi Kelayakan Jembatan Penyeberangan
- VoxPop/Yudha
Dalam kasus seperti ini, Kementerian PUPR katanya, selalu berupaya untuk berpartisipasi dalam setiap pembangunan jalan dan jembatan (termasuk JPO), dengan memberikan pembinaan dan desain rancangan yang sesuai standar kepada pihak-pihak yang akan membangunnya.
"Sampai sekarang kita tidak tahu (siapa pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban). Kita kan di Kementerian PUPR ini hanya melakukan pembinaan saja. Kita berikan desain seperti ini, tinggal apakah nanti digunakan atau tidak oleh pihak yang membangun," ujarnya.
Ditemui di tempat yang sama, Prof Drajad Hudayanto dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) menilai robohnya JPO di Pasar Minggu bisa saja disebabkan pemasangan papan reklame yang tidak sesuai aturan.
Apalagi, jika aspek pemeliharaannya tidak diperhatikan, maka korosi pada besi penyangga pun akan mengikis JPO tersebut, sehingga rentan roboh saat diterpa oleh angin yang kencang.
"Banyak papan reklame yang menempelnya di bagian non-struktural, sehingga beda kekuatannya jika dibandingkan dengan jika reklame itu menempel di bagian struktural. Apalagi kalau misalnya ada maintenance yang kurang sehingga ada korosi," kata Drajad.
Oleh karena itu, Drajad mewanti-wanti soal perawatan hendaknya memprioritaskan dengan SOP, perencanaan rancangan dan perawatan. "Karena saya kira kejadian ini adalah peringatan, supaya kita memperbaiki diri lagi ke depan," ujarnya.
