Dikucilkan, Bekas Pengikut Gafatar Mengadu ke Ombudsman

Warga mantan pengikut organisasi Gafatar saat mengadu ke Ombudsman Jawa Tengah, Senin (3/10/2016)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Dwi Royanto

VoxPop.co.id – Belasan orang mantan pengikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengadukan nasibnya ke Ombudsman RI Jawa Tengah, Senin, 3 Oktober 2016. Dalam laporannya warga yang belum lama ini dipulangkan dari Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat tersebut merasa mendapat perlakuan diskrimatif warga di lingkungan tinggal mereka.

img_title Kaesang Mau Nyaleg dari Dapil Puan Maharani di Pemilu 2029, Ini Kata Ganjar

"Ada teman kami untuk buat E-KTP harus membuat surat penyataan telah keluar dari Ormas Gafatar. Di SKCK juga dicantumkan pernah terlibat kriminal. Ini menjadikan kami susah mencari kerja," kata seorang perwakilan pelapor, Dedy Setiawan.

Para mantan pengikut Gafatar ini diketahui berasal dari berbagai wilayah seperti, Kudus, Jepara, Banyumas, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, serta Sleman Yogyakarta.

img_title Penjelasan Kejati Jateng Soal Heboh Isu OTT dan Pemeriksaan Pengelola SPPG

Menurut Dedy, sejak pemulangan mereka sesungguhnya juga sudah mendapatkan perlakuan diskriminatif. Sehingga cukup membuat tidak nyaman.

"Pertama kami dapat perlakuan tidak manusiawi saat proses pemulangan. Mulai ditempatkan di gudang semen juga diangkut menggunakan kapal yang over tonase," ujar Dedy.

img_title Dede Yusuf BIlang Perubahan Nama Jabar Jadi Tatar Sunda Belum Perlu: Nanti yang Lain Tiru, Jateng Jadi Provinsi Solo

Karena itu, ia berharap pemerintah mengembalikan hak dasar mereka seperti halnya warga negara lain. Sebab hal itu merupakan hak asasi dasar sesuai yang diatur dalam undang-undang.

"Mentang-mentang kita ini eks Gafatar kok diperlakukan seperti ini. Padahal Gafatar sendiri kan sudah tidak ada, " katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Ombudsman Jateng Sabarudin H, mengatakan, menerima secara terbuka keluhan para eks Gafatar tersebut. Pihaknya juga akan menganalisa lebih jauh perihal dugaan pelanggaran dari sisi pelayanan publik dengan koodinasi dengan Ombudsman pusat.

"Apapun itu hak-hak mereka harus terpenuhi. Karena ini masalah nasional maka kita akan koordinasikan dengan pusat," ujarnya.

Bupati Pati Sudewo Ditahan KPK

Rapor Merah KPK untuk Jawa Tengah: 5 Bupati Ditangkap karena Korupsi Sejak Awal 2026

Setidaknya sejak awal tahun 2026, sudah ada enam Bupati di Jawa Tengah (Jateng) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena terlibat dalam kasus korupsi

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut