Tolak Full Day School, PBNU Tutup Pintu Dialog
- Istimewa
Di satu sisi, Said Aqil mengaku yakin jika pemerintah tidak akan jadi menerapkan aturan tersebut. Sebab, dampak dari pemberlakuan aturan FDS itu akan sangat signifikan dan nyata, karena secara tidak langsung telah menggusur sebagian dari aspek budaya yang sudah ada selama ini.
"Masalahnya, madrasah itu kalau digusur, maka akan ada sesuatu yang hilang dari kesatuan nusantara, yaitu ajaran-ajaran yang diterima dari para guru tentang cium tangan orangtua, kyai, guru, rasa hormat, doa-doa mau makan, mau tidur, semua diajar di situ. Karena saya juga dulu lulusan madrasah. Jadi saya yakin (aturan FDS itu) tidak akan dikeluarkan," kata Said.
Namun, jika pemerintah tetap akan menjalankan aturan mengenai FDS tersebut, Said Aqil menegaskan jika pihaknya tidak akan mengikuti aturan tersebut. "Kita tidak akan ikut aturan itu," ujarnya
Ia membantah penolakan PBNU terhadap program FDS ini politis. Said Aqil memastikan penolakan program FDS ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan dukungan warga NU kepada Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.
"Kalau ini tetap diterapkan, kita tidak ikut aturan itu. Tapi ini bukan hal dukung-mendukung, ini bukan politik," ujarnya.
