Nyinyir Jenderal Gatot Nurmantyo Ditujukan ke Siapa?

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo (berdiri). Menlu Retno Marsudi (tengah).
Sumber :
  • Antara Foto/ M Agung Rajasa.

VoxPop.co.id – Kabar pengadaan lima ribu pucuk senjata membuat gerah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Ini menjadi kali kedua, mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini bikin heboh dengan pernyataan terbukanya di depan publik.

img_title Heboh! Ratusan Senjata Api dan Airsoft Gun Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Bergerak

Ihwal pertama, berkaitan dengan pembelian Helikopter AgustaWestland-101 untuk Angkatan Udara. Maklum, pesawat mahal ini secara 'mendadak' muncul dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

Hingga akhirnya terkuaklah ada praktik korupsi dalam pengadaan pesawat yang dilaporkan telah dibeli seharga Rp783 miliar melalui kesepakatan perjanjian pembelian antara TNI AU dan PT Diratama Jaya Mandiri.

img_title Nekat Beraksi Pakai Senpi Rakitan, Residivis Curanmor di Bogor Akhirnya Ditangkap

Muncul seteru dalam perkara ini. Gatot selaku Panglima malah tak tahu apa-apa soal pesawat ini. Serupa juga dengan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang seharusnya menjadi pengambil keputusan pembelian.

Penyidik KPK melihat fisik Helikopter AW-101 di Lanud Halimperdanakusuma

img_title Misteri Asal Usul Senpi dari Pria Tewas di Hotel Kuningan Terungkap, Ternyata...

FOTO: Pemeriksaan korupsi pengadaan Helikopter AW 101 di Lanud Halim Perdana Kusumah

Di DPR, kedua petinggi militer ini pun saling angkat tangan. "Saya tidak atur anggaran AU, AD, AL. Angkatan langsung tanggung jawab Kemhan, tidak melalui Panglima. Ini pelanggaran hierarki karena kami tidak membawahi angkatan," ujar Gatot di DPR, awal Februari 2017.

"Uangnya dari Setneg. Jadi Menteri Pertahanan enggak tahu apa-apa," ujar Ryamizard di waktu yang sama.

Kala itu, dasar Gatot adalah Permenhan Nomor 28 tahun 2015 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara. Dia menyebut ketentuan inilah yang kini membuatnya tak bergigi sehingga mahfum kemudian jika Gatot buta soal Alustsista yang masuk.

Lalu, bak sejalan dengan keinginan Jokowi yang sudah sedari awal sudah mewanti-wanti soal aroma korupsi Alutsista. TNI pun melakukan investigasi atas pengadaan helikopter tersebut.

Hasilnya mengejutkan, dibantu oleh KPK, akhirnya didapatilah lima perwira TNI dan seorang sipil pun yang menjadi tersangka. Negara ternyata dirugikan senilai Rp224 miliar dari Helikopter AW-101.

Kasus Helikopter Agusta Westland (AW) 101

FOTO: Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat mengumumkan tersangka korupsi Helikopter AW-101

Pembelian alutsista yang dikomandoi oleh Kementerian Pertahanan ini pun akhirnya mengumbar busuk ke publik. Sementara hubungan Gatot dan Ryamizard pun disebut-sebut makin panas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut