Calo E-KTP Masih 'Gentayangan'

Blanko kosong e-KTP sebelum diisi dengan data warga.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

VoxPop.co.id – Kementerian Dalam Negeri tidak segan-segan akan mencopot para pejabat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di berbagai daerah yang terlibat pungutan liar. 

img_title Buron Kasus e-KTP Paulus Tannos Ajukan Praperadilan

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sudah mewanti-wanti jajarannya untuk tidak melakukan praktik yang dapat merugikan masyarakat.

"Kalau ada pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang bekerja sama dengan calo, kami akan copot," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta Selatan, Kamis 28 September 2017.

img_title KPK Sebut Korupsi e-KTP yang Dilakukan Setya Novanto Perkara Serius

Menurut Zudan, jika pungutan liar itu terjadi di desa dan kecamatan, maka hak untuk mencopot jabatan menjadi kewenangan bupati dan wali kota.

Untuk itu, ia mengimbau kepada semua masyarakat yang membuat kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP agar tidak menggunakan jasa calo.

img_title Sidang Ekstradisi Digelar Hari Ini, Paulus Tannos Masih Ogah Diserahkan ke Pemerintah Indonesia

Sementara, Komisioner Ombudsman RI, Ahmad Suaedy tidak menampik bahwa masih ada tindakan pungutan liar di beberapa loket pembuatan e-KTP.

Jumlah pungli bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Praktik pungli itu terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat; Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Pontianak, Kalimantan Barat. 

"Kami langsung tanya (ke loket), blangkonya sudah habis dan tidak bisa. Ternyata, lewat calo dalam waktu kurang dari setengah jam sudah jadi," ujar Ahmad Suaedy. (mus)

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Digugat Paulus Tannos, Begini Respons Santai KPK

KPK buka suara soal permohonan praperadilan yang diajukan buronan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Paulus Tannos atau Thian Po Tjhin

img_title
VoxPop.co.id
3 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut