Catatan Terorisme Sepanjang 2017

Suasana Halte Kampung Melayu pasca ledakan bom, Kamis (25/5/2017). Akibat ledakan bom bunuh diri ini 16 orang menjadi korban.
Sumber :
  • REUTERS / Darren Whiteside

Pemblokiran aplikasi yang sedang populer itu pun menuai pro dan kontra. Namun belakangan, Chief Executive Officer (CEO) Telegram Pavel Durov akhirnya merespons tekanan Indonesia dan berjanji menyaring konten yang berkaitan dengan terorisme.

img_title Terpopuler: Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Hokky Caraka Kritik PSSI

Simak laporan pemblokiran telegram di tautan berikut.

Vonis Teroris Perempuan Pertama

img_title Terpopuler: Sosok Jenderal TNI Bintang 3 Kopassus Anak Didik Prabowo, Kasus Whoosh Diselidiki KPK

Dian Yulia Novi (kedua dari kiri) dan suaminya Muhammad Nur Solihin (tengah) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Dian Yulia Novi, perempuan pertama asal Indonesia yang tertangkap hendak melakukan aksi bom bunuh diri di Istana Negara, menerima vonis penjara 7,5 tahun.

img_title Terpopuler: Hasan Nasbi Minta Purbaya Berhenti Kritik Pejabat Lain, Bandara Terbengkali era Jokowi

Ia sebelumnya tertangkap pada 11 Desember 2016, bersama barang bukti berupa bom panci siap ledak di rumah indekos di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

"Jihad adalah kewajiban buat semua muslim. Saya tidak bergabung dengan grup apa pun. Cuma melihat saja (jejaring sosial) dan menjadi termotivasi," ujar Dian Yulia dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Bagaimana kisahnya, simak tautan berikut.

Pengakuan Mengejutkan Simpatisan ISIS

Sebanyak 18 warga negara Indonesia berhasil dievakuasi dari Suriah dalam pelarian mereka dari kelompok ISIS.

Para WNI yang telah hilang sejak beberapa tahun ini adalah mantan simpatisan ISIS dan mengklaim bertobat. Badan Nasional Penanggulangan Teroris mengunggah pengakuan mengejutkan dari mereka.

Selain mengharukan, pengakuan itu membuka mata publik bahwa ISIS tak sebaik yang dikira. Bagaimana kisah mereka, simak di laporan berikut.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VoxPop.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut