Koster-Ace Dapat Nomor Urut 1, Mantra-Kerta 2
- VoxPop.co.id/ Bobby Andalan.
"Tentu sangat merasa bersyukur karena sesuai harapan, juga seirama dengan tagline kita yakni Satu Jalur. Sehingga nantinya akan lebih cepat mengena dan diterima di hati publik," ujarnya.
Selain itu, makna angka satu sesuai dengan konsep pembangunan yang ditawarkan pasangan calon yang sama-sama bergelar doktor dan berlatar belakang akademisi ini. Ditambahkannya bahwa pembangunan Bali mesti menggunakan tata kelola satu manajemen pembangunan melalui PPSB.
"Kami ingin membangun Bali ini ke depan dengan pendekatan melihat Bali sebagai satu wilayah, satu pulau dan satu tata kelola manajemen pembangunan melalui sistem Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPSB). Kami optimistis meraih 70 persen suara," urainya.
Dengan begitu, lanjut Koster, pembangunan di Bali secara kewilayahan akan mengalami pemerataan. Alhasil, harapan pembangunan yang berkeadilan serta pemerataan antar kabupaten/kota beserta masyarakatnya akan terwujud.
Di sisi lain, mendapat nomor urut dua, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengaku puas dan bersyukur mendapat nomor urut dua di coblosan pilgub. Bahkan, menurutnya, nomor dua memiliki makna kemenangan.
Ia bersama sang tandem, Ketut Sudikerta mengaku sebelum mengambil nomor urut ini berdoa untuk mendapat nomor kemenangan.
"Salam dua jari, pokoknya. Simbol kemenangan, victory. Adapun keinginan kami nomor yang menang. Makanya sebelumnya kami berdoa, apa pun yang diberikan oleh Tuhan itu nomor kemenangan. Jadi salam dua jari,” katanya sembari tersenyum.
Ia optimistis memenangi Pilgub Bali. Selain itu, nomor dua menurut Rai Mantra merupakan simbol Rwa Bhineda yang berarti keseimbangan dan keselarasan. "Optimis lah, Rwa Bhineda. Di dunia ini kan Rwa Bhineda, keseimbangan, keselarasan," katanya.
Mengenai strategi, Rai Mantra, mengaku akan tetap mengedepankan pendekatan door to door guna meraih simpati masyarakat Bali. “Strategi perjuangan biasa, kami akan datangi masyarakat dengan door to door, kami harus memenangkan hati masyarakat dengan kesantunan, tapi perlu ada kerja nyata. Kalau tidak santun, harapan masyarakat tidak tercapai, ini yang bahaya,” katanya.
Ia juga yakin akan memenangi Pilgub Bali. Sebabnya, selama menjabat wali kota Denpasar, ia sudah banyak melakukan terobosan-terobosan di Denpasar. Hal ini yang nantinya akan dibawa ke Bali apabila pihaknya terpilih menjadi orang nomor satu di Pulau Dewata itu.
