Istana Bungkam soal Yudi Latif Mundur

Effendi Gazali, Yudi Latif dan Saiful Mujani RUU Pilpres
Sumber :
  • ANTARA/Widodo S. Jusuf

VoxPop – Istana Kepresidenan bungkam atau tak memberikan keterangan apapun tentang pengunduran diri Yudi Latif sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. 

img_title Pemanfaatan AI Disebut Harus Berpedoman dengan Nilai Pancasila

Koorditnator Staf Khusus Kepresidenan, Teten Masduki, bahkan mengaku belum tahu kabar tentang pengunduran diri itu. Dia malah meminta wartawan menanyakannya kepada Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Namun, Pramono belum memberikan jawabannya ketika ditanyai soal itu melalui pesan Whatsapp. 

Staf khusus Presiden bidang komunikasi, Adita Irawati mengaku baru mengetahui kabar pengunduran diri itu melalui Facebook, karena Yudi Latif memang mengumumkan sikapnya kali pertama melalui media sosial itu pada Kamis dini hari.

img_title Sinergi Double Momentum! Cara Indah Memaknai Hari Lahir Pancasila Sekaligus Jaga Kelestarian Alam

"Maaf kami juga baru lihat di FB-nya, belum ada informasi resmi," kata Adita melalui pesannya singkatnya pada Jumat 8 Juni 2018.

Adita juga belum dapat memastikan apakah Yudi sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden. Sebab, Presiden Joko Widodo baru kembali ke Jakarta dari kunjungan kerja ke Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Kamis malam. 

img_title Wamendagri Wiyagus: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

"Presiden kan baru kembali dari kunker tadi malam. Jadi, belum bisa dikonfirmasi juga," ujar mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) itu.

Berikut tulisan yang diunggah Yudi Latif di akun Facebook-nya pada Kamis dini hari.

TERIMA KASIH, MOHON PAMIT
Salam Pancasila!
Saudara-saudaraku yang budiman,
Hari kemarin (Kamis, 07 Juni 2018), tepat satu tahun saya, Yudi Latif, memangku jabatan sebagai Kepala (Pelaksana) Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)--yang sejak Februari 2018 bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selama setahun itu, terlalu sedikit yang telah kami kerjakan untuk persoalan yang teramat besar.

Lembaga penyemai Pancasila ini baru menggunakan anggaran negara untuk program sekitar 7 milyar rupiah. Mengapa? Kami (Pengarah dan Kepala Pelaksana) dilantik pada 7 Juni 2017. Tak lama kemudian memasuki masa libur lebaran, dan baru memiliki 3 orang Deputi pada bulan Juli. Tahun anggaran telah berjalan, dan sumber pembiayaan harus diajukan lewat APBNP, dengan menginduk pada Sekretaris Kabinet. Anggaran baru turun pada awal November, dan pada 15 Desember penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir. Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut