Rayakan Ulang Tahun ke-73, Megawati Ternyata Ingin Sederhana Saja

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VoxPop – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, ternyata tidak ingin ulang tahunnya yang ke-73 tahun, atau bertepatan pada 23 Januari 2020, dirayakan secara besar-besaran.

img_title Sebelum Praperadilan Ditolak, Roy Suryo Dapat Kejutan Ultah dari Pendukung di PN Jaksel, Kue Pertama untuk Eks Wakapolri

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan, hal itu tak terlepas dari keteguhannya pada prinsip hobi Megawati yang nampaknya sederhana, mencintai tanaman, namun menjadi ajang kontemplasi guna merawat kehidupan.

“Sejak beberapa bulan yang lalu, Ibu Megawati telah memutuskan untuk tidak merayakan secara khusus. Namun ulang tahun ini menjadi momentum yang begitu penting bagi beliau untuk berkumpul dengan keluarga dan sahabat dekat," kata dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 24 Januari 2020.

img_title Jadikan Momen Ulang Tahun Sebagai Bentuk Refleksi Diri, Amalkan Doa agar Umur Mendapatkan Berkah

Karenanya, lanjut dia, seluruh anggota dan kader PDI Perjuangan memberikan kado istimewa bagi ketua umumnya tersebut dengan gerakan mencintai bumi. Hal itu jewantahkan dengan gerakan menanam pohon.

"Gerakan mencintai bumi ini bersifat wajib bagi anggota dan kader PDI Perjuangan sebagai bentuk dedikasi bagi Ibu Megawati yang begitu mencintai tanaman. Jadi politik itu sederhana. Politik itu bukan ramai di media. Politik itu karya bagi kehidupan dan masa depan," tegasnya.

img_title 4 Presiden Indonesia Lahir di Bulan Juni, Siapa yang Punya Kisah Ulang Tahun Paling Menarik?

Puncak gerakan mencintai bumi tersebut, dikatakannya, akan dilakukan di Jawa Barat, dangan melakukan penghijauan di lahan kritis sepanjang Sungai Citarum, Jawa Barat pada tanggal 2 Februari 2020 sebagai kado istimewa bagi Ibu Megawati Soekarnoputri.

"Ibu Megawati begitu mencintai tanaman. Menanam adalah ekspresi mencintai bumi; ekspresi menjaga kehidupan dalam keseimbangan dengan alam semesta. Karena itulah menanam adalah gerak kontemplatif yang memancarkan kemanusiaan," tutur Hasto.

Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq saat menjapani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang

Kepala Dinas Pemkab Pekalongan 'Dipalak' untuk THR hingga Ultah Bupati Fadia, Nominalnya Rp 5-25 Juta

Sejumlah kepala dinas di Pemkab Pekalongan, dimintai uang oleh Bupati nonaktif Fadia Arafiq untuk jatah tunjangan hari raya (THR) lebaran dan ulang tahun.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut