Fadli Zon Tolak Jalan Ataturk, Fahri: Ngomong ke Gubernur Sohib Lu Tuh

Fadli Zon dan Fahri Hamzah
Sumber :
  • ANTARA Foto/Putra Haryo Kurniawan

VoxPop – Dua mantan pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon saling berbalas tweet soal usulan tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk dijadikan sebagai nama salah satu jalan di Ibu Kota Jakarta

img_title Direktur FBI Temui Prabowo di Kertanegara, Bawa Pulang Artefak Budaya Indonesia yang Diselundupkan ke AS

Sebelumnya, Fadli Zon mengaku tidak setuju dengan rencana menggunakan nama tokoh Turki Mustafa Kemal Ataturk sebagai nama jalan di Ibu Kota Jakarta. Alasannya, Ataturk merupakan tokoh yang dikenal sebagai tokoh sekuler dan anti Islam.

Fadli lebih setuju nama tokoh Turki yang dijadikan nama jalan di Indonesia adalah Fatih Sultan Mehmet II atau Muhammad al Fatih. Dia menyampaikan demikian karena Muhammad al Fatih akan banyak diterima mayoritas masyarakat Indonesia daripada nama Kemal Ataturk.

img_title Fadli Zon Dapat Gelar Kehormatan adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno, Ini Maknanya

Fahri Hamzah lantas merespon cuitan Fadli Zon dan mempertanyakan pendapatnya soal nama jalan Muhammad al Fatih lebih diterima mayoritas masyarakat Indonesia ketimbang Kemal Ataturk.

"Bro, Bener ini Alfatih mau disejejerin sama Soekarno? Tukerannya kan itu? Kalau ane lihat gak pas bro. Jalan alfatih di jakarta vs jalan walisongo di ankara pas lah. Ngomong ke gubernur sohib lu tu," kata Fahri Hamzah dikutip VoxPop dari akun twitternya, Kamis, 21 Oktober 2021. 

img_title India Siap Revitalisasi Candi Prambanan, Fadli Zon Ungkap Alasannya

Cuitan Fahri Hamzah lantas dibalas Fadli Zon. "Di Ankara bisa Jalan Sultan Agung Hanyokrokusumo atau Jalan Pangeran Diponegoro ," kata Fadli.

Jika disandingkan dengan foto masing-masing tokoh, maka menurut Fahri Hamzah, Sukarno lebih cocok dengan Mustafa Kemal Ataturk. Pun dengan Walisongo cocok dengan Muhammad Alfatih.

"Sukarno - Mustafa (sama2 paki jas dan dasi). Walisongo - Alfatih (sama2 pakai sorban). Ini lebih pas jadi tukeran. Lagian tanya turkinya mau gak?," tulis Fahri sambil menyematkan caption candaan.

Menurutnya, nama jalan sama dengan konsep sister city yakni resiprokal (ada di sini- ada di sana) lalu disepakati, lalu teken bareng. "Bukan maunya kita sepihak. Jadi jangan sepihak. (Lagi ngomong gini tiba2 ada yg bilang wah pro attaturk, dulu anti sekuler, dia berubah)," ungkap politikus Gelora itu

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan rencana penamaan salah satu ruas jalan di Ibu Kota dengan nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Ini merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Turki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut