Ganjar Terhalang Klan Soekarno
- tvOne/Teguh Joko Sutrisno
VoxPop – PDI Perjuangan (PDIP) disorot menuju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029. Sebagai satu-satunya partai politik yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres sendiri di Pilpres 2024, langkah PDIP jadi perhatian.
Kurang dari tiga tahun menuju 2024, partai logo kepala banteng itu belum menyatakan sikap resminya untuk pengusungan capres. Namun, dinamika di internal partai tersebut sudah menghangat.
Beberapa kader PDIP yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR Puan Maharani mencuat dijagokan jadi bakal capres 2024. Nama Ganjar dan Puan juga bersanding di sejumlah lembaga survei.
Internal PDIP belakangan menghangat karena beberapa kader akar rumput menyatakan deklarasi dukungan terhadap Ganjar. Mereka yang mendukung Ganjar maju nyapres menamakan sebagai Barisan Celeng Berjuang.
Manuver Barisan Celeng Berjuang ini direspons negatif Dewan Pimpinan Pusat PDIP. Alasannya, kelompok kader simpatisan itu bergerak mendahului tanpa instruksi partai.
Kongres PDIP: Megawati&Puan Maharani
- Antara/Nyoman Budhiana
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menganalisa dinamika di PDIP terjadi karena Ganjar belum mengantongi rekomendasi dari DPP. Menurutnya, PDIP kemungkinan lebih mendorong Puan ketimbang Ganjar sebagai bakal capres.
"Walaupun saat ini elektabilitas Puan di bawah Ganjar, tetap Ganjar akan sulit direkomendasi PDIP. Karena Puan itu putri mahkota PDIP," kata Ujang kepada VoxPop, Rabu malam, 27 Oktober 2021.
Dia memprediksi apapun kondisi yang terjadi arah PDIP lebih condong ke Puan. Apalagi penentuan capres dan cawapres ada di tangan ibu Puan, Megawati Soekarnoputri.
"Ada bahasa dari elite PDIP. Calon kita Puan. Menang ya menang bersama, nyungsep pun nyungsep bersama," tutur Ujang.
Menurut dia, PDIP masih akan mempertahankan klan Soekarno. Meski punya elektabilitas lebih baik dari Puan, PDIP dinilai masih sulit beri rekomendasi ke Ganjar.
"Karena ada Puan. Trah Soekarno harus punya tempat, makanya akan didorong nyapres," ujar Ujang.
Elektabilitas terkerek
Pendiri Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri Satrio menyampaikan merujuk elektabilitas, angka yang diraih Ganjar dalam survei masih rendah. Menurutnya, untuk hitungan elektabilitas survei capres bila di bawah 20 persen dianggap rendah.
"Belum 20 persen kan. Jadi, sama-sama rendah. Memang Puan Maharani lebih rendah dari Ganjar," kata Hensat, sapaan akrabnya, kepada VoxPop, Selasa, 26 Oktober 2021.
