JK: Pemikiran Rizal Ramli Tangguh, Tapi Tak Digunakan untuk Bisnis
- Istimewa.
VoxPop - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui ekonom senior Rizal Ramli memiliki pemikiran yang hebat. Hal itu terbentuk dari dunia aktivis mahasiswa yang Rizal geluti dahulu saat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Jusuf Kalla dan Rizal Ramli di acara PKB.
- Istimewa.
"Kegiatan aktivis kemahasiswaan bisa mendidik orang menjadi tangguh, kayak Pak Rizal ini pemikirannya tangguh. Cuma Pak Rizal tidak pergunakan di bisnis, kalau dipergunakan di bisnis bisa menjadi pengusaha sukses," kata JK saat menjadi narasumber dalam acara "Halaqah Satu Abad NU" dengan tema “Gagasan Kontributif Membangun Kemandirian Ekonomi Nahdliyin” di kantor DPP PKB, Jakarta, dikutip pada Jumat, 3 Desember 2021.
Tak Cukup Kapital
JK menuturkan menjadi pengusaha tidak cukup hanya memiliki kapital yang kuat, pengetahuan, dan pengalaman saja. Tapi, yang paling utama adalah keberanian dan tangguh dalam menghadapi masalah.
Dia mengatakan ketangguhan itu dapat terbentuk di dalam dunia aktivis kemahasiswaan yang pernah dialaminya bersama pemilik Bosowa Group Aksa Mahmud dan pendiri Fajar Group HM Alwi Hamu. Begitu juga pengalaman sebagai aktivis mahasiswa juga pernah dirasakan Rizal Ramli.
Dari Bulog Sampai Menko Maritim
Saat Rizal Ramli didapuk sebagai Kepala Bulog oleh Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada tahun 2000, perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan itu pernah meraup keuntungan sebesar Rp5 triliun.
Rizal Ramli dan Jusuf Kalla saat hadir di acara PKB.
- Istimewa.
Kemudian, ketika menjabat Menko Ekuin pada Agustus 2000, Rizal Ramli menerapkan beberapa strategi yang mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen ke positif 4,5 persen atau naik 7,5 persen. Salah satu cara yang dilakukannya adalah menaikkan gaji PNS, TNI/Polri, serta pensiunan hingga 125 persen. Karena, dengan menerapkan kebijakan itu, maka daya beli masyarakat meningkat.
Begitu juga saat menjabat sebagai Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi-JK, Rizal Ramli pernah memperingatkan kepada Garuda Indonesia agar lebih fokus dan mampu memperkuat jalur penerbangan domestik dan regional daripada melakukan pembelian 30 pesawat berbadan lebar Airbus A 350 XWB yang harganya sangat mahal dan hanya cocok untuk penerbangan internasional jarak jauh.
